Dark/Light Mode

Asap Karhutla Kalimantan Berpotensi ke Negara Tetangga, BMKG Sebut Karena Angin

Senin, 24 Agustus 2026 15:40 WIB
Foto: BNPB.
Foto: BNPB.

RM.id  Rakyat Merdeka - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berpotensi terbawa hingga ke negara tetangga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut pergerakan angin menjadi salah satu faktor yang memungkinkan asap menyebar melintasi wilayah negara.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, asap karhutla dapat terbawa angin hingga mencapai negara tetangga.

“(Asap karhutla sampai ke negara tetangga) karena terbawa angin,” kata Ardhasena kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, pergerakan asap tersebut berkaitan dengan pola angin musiman yang secara rutin terjadi. Kondisi itu memungkinkan asap dari wilayah Indonesia bergerak menuju kawasan negara lain. “Angin musiman yang rutin terjadi,” ujarnya.

Baca juga : Atas Perintah Prabowo, Menhut Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar

Ardhasena mengatakan penanganan dan antisipasi dampak asap karhutla saat ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Ini dikoordinasikan oleh BNPB,” imbuhnya. 

BNPB Minta Tak Saling Menyalahkan

Sementara itu, BNPB meminta negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura, tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla di Kalimantan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Berton Pandjaitan mengatakan, karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara.

Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara bersama tanpa memperdebatkan sumber asap secara spekulatif.

“Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas,” kata Berton kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

Baca juga : Menhut BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan Tangani Karhutla di 6 Provinsi

Berton mengatakan pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap kemungkinan dampak asap lintas batas.

Menurut dia, pemerintah telah mengerahkan sumber daya besar untuk mengendalikan karhutla.

“Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla,” ungkapnya.

Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, patroli dan pemadaman udara, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga penguatan personel TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Pemerintah juga melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Berton menyebut pemerintah telah mengerahkan 52 pesawat untuk operasi penanganan karhutla di enam provinsi prioritas.

Baca juga : Tinjau Karhutla Kalbar, Menhut: Hotspot Turun Jadi 28 Titik, Asap Masih Terlihat

Sebanyak 30 pesawat beroperasi di Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya ditempatkan di Sumatera. Pemerintah juga menambah kekuatan TNI AU untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

“Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan,” pungkas Berton.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.