BREAKING NEWS
 

MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi Dan Ekonomi Warga Naik Kelas

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Selasa, 25 Agustus 2026 17:45 WIB
Dialog Masyarakat yang diselenggarakan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke. Foto: MPSI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan yang terus bergerak di wilayah Wanam dinilai tidak boleh meninggalkan masyarakat adat sebagai penonton. Di tengah perubahan tersebut, kebudayaan justru didorong menjadi fondasi pembangunan sekaligus sumber kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Dialog Masyarakat yang diselenggarakan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, belum lama ini.

Dialog menghadirkan Ketua Adat Wanam Yohanis Agabe Mahuze, Kepala Kampung Wanam Kosmas Kaize, masyarakat setempat, serta Peneliti MPSI Annas Fitrah Akbar.

Forum tersebut tidak hanya membicarakan bagaimana adat dipertahankan, tetapi juga bagaimana kekayaan budaya Wanam dapat diubah menjadi kekuatan pengetahuan, ruang ekonomi, dan instrumen untuk memperkuat posisi masyarakat di tengah pembangunan.

Ketua Adat Wanam Yohanis Agabe Mahuze menilai, Wanam memiliki modal budaya yang kuat dan belum sepenuhnya dikembangkan. Menurutnya, nama Wanam telah dikenal luas.

Baca juga : MPSI: Pemberdayaan Masyarakat Adat Kunci Kemajuan Papua Selatan

Namun, kekuatan itu perlu diikuti dengan upaya memperkenalkan sejarah, norma, simbol adat, serta pengetahuan masyarakat secara lebih terstruktur. “Wanam itu adalah brand yang sangat dikenal. Ini adalah harta masyarakat,” ujar Yohanis.

Ia mendorong agar kekayaan adat tidak hanya hidup dalam ingatan antargenerasi, tetapi mulai didokumentasikan melalui buku, catatan sejarah, dan materi pembelajaran.

Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda tetap mengetahui akar kebudayaannya sekaligus memberi ruang bagi masyarakat luar, mahasiswa, dan peneliti untuk memahami Wanam dari perspektif masyarakatnya sendiri.

Namun, bagi Yohanis, menjaga adat tidak berarti menutup diri dari perkembangan ekonomi. Sebaliknya, kebudayaan dapat menjadi pintu masuk untuk menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

Rumah adat dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi maupun tempat tinggal bagi pengunjung. Pertunjukan budaya dapat digelar secara berkala. Masyarakat lokal dapat menjadi pemandu, sementara kerajinan yang dibuat mama-mama dan perajin dapat memperoleh pasar yang lebih luas.

Baca juga : J7 Explorer Haji Isam Jadi Kantor Proyek Pangan di Merauke

Dengan pendekatan itu, kebudayaan tidak hanya dipertontonkan, tetapi menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat sebagai pemiliknya.

Kepala Kampung Wanam Kosmas Kaize melihat gagasan tersebut membutuhkan ruang yang nyata di tingkat kampung. Salah satu yang mengemuka adalah pembentukan sanggar atau rumah budaya sebagai pusat aktivitas masyarakat, mulai dari produksi kerajinan, penyimpanan perlengkapan adat hingga pembelajaran budaya bagi generasi muda.

Ruang tersebut juga dapat menjadi tempat yang mempertemukan adat dan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih terorganisasi. Dalam dialog ditegaskan bahwa pemerintah kampung dan lembaga adat tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

“Kalau kita mau tingkatkan budaya, kita harus kerja sama. Adat jalan sendiri, pemerintah jalan sendiri, tidak bisa,” menjadi salah satu penegasan dalam forum.

Adsense

Masyarakat juga mendorong agar generasi muda dan mahasiswa asal Wanam mengambil peran lebih besar dalam mendokumentasikan sejarah masyarakatnya.

Baca juga : Yura Yunita, Ketagihan Nyanyi Sambil Terbang

Selama ini, berbagai pengetahuan dan cerita adat banyak diwariskan secara lisan. Jika tidak mulai ditulis, sebagian pengetahuan tersebut dikhawatirkan semakin sulit diwariskan ketika generasi berganti.

Dokumentasi tersebut ke depan dapat dihimpun dalam rumah adat, pusat budaya, atau ruang semacam museum kampung yang menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat maupun orang dari luar Wanam.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense