BREAKING NEWS
 

Cek Kesehatan Dari Puskesmas Hingga DPR

Dari Tensi, Darah Sampai Jantung, Penyakit Diburu Sebelum Terlambat

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 27 Agustus 2026 17:47 WIB
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Jatiwarna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Foto: Haikal Amirullah/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar pemeriksaan untuk mengetahui kondisi tubuh, program ini juga menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk lebih sadar terhadap kesehatan dan mendorong deteksi dini berbagai penyakit.

Staf Tata Usaha SD Nisrina, salah satu sekolah dasar swasta di Kota Bekasi, Agus Wahyudi mengaku merasakan betul dampak Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankannya melalui Puskesmas.

Agus merasakan betul dengan usianya yang sudah menginjak 40-an tahun, daya tahan tubuh mulai menurun sehingga perlu dikontrol melalui pemeriksaan Kesehatan rutin.

“Justru kita jangan takut cek kesehatan. Karena justru di situ kita harus tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,” kata Agus saat bincang-bincang dengan Rakyat Merdeka, Kamis (20/8/2026).

Agus mengikuti CKG karena sebelumnya memang telah menjadi pasien rutin di Puskesmas tersebut. Statusnya sebagai pasien tetap membuat dirinya langsung mendapat rekomendasi dari dokter untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Baca juga : Sosialisasi Petugas Puskesmas Tanjung Priok Sukses Gaet Pasien Ikutan CKG

Prosesnya, kata Agus, relatif sederhana. Ia datang ke bagian pendaftaran dengan membawa dokumen administrasi seperti KTP dan kartu BPJS. Setelah didata, ia diarahkan untuk menjalani rangkaian pemeriksaan.

Mulai dari pengecekan tekanan darah, pengambilan sampel darah dan urine, hingga pemeriksaan rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG). Sampel kemudian diperiksa oleh tim laboratorium yang bekerja sama dengan Puskesmas.

“Pelayanan bagus. Tidak membeda-bedakan, semua diperlakukan sama,” ujar Agus.

Agus mengakui peserta CKG cukup banyak sehingga pemeriksaan membutuhkan waktu. Dalam pengalamannya, jumlah peserta bisa mencapai lebih dari 50 orang. Ia datang sekitar pukul 09.00 WIB dan baru menjalani pengambilan darah sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurutnya, waktu tunggu tersebut sebenarnya dapat ditekan apabila peserta datang lebih pagi. Setelah pemeriksaan awal selesai, peserta tidak langsung mendapatkan seluruh hasil. Hasil laboratorium biasanya keluar sekitar dua pekan kemudian dan dibahas bersama dokter yang selama ini menangani pasien.

Baca juga : Siswa Peduli Kondisi Tubuh, Cegah Risiko Sakit Sejak Dini

Pada tahap inilah CKG tidak berhenti sebagai pemeriksaan kesehatan semata. Hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan apakah kondisi pasien normal atau membutuhkan penanganan lanjutan.

Agus sendiri memiliki riwayat hipertensi. Dari pemeriksaan rutin yang dilakukannya, kondisi kesehatannya secara umum masih normal, tetapi tekanan darah tinggi tetap membutuhkan pengobatan dan pemantauan. Agus mengaku telah mengikuti tiga kali CKG di Puskesmas Jatiwarna.

Dengan durasi pemeriksaan per 6 bulan. Dalam proses itu, Agus diinfokan oleh dokter bahwa gejala hipertensinya tak menunjukkan perbaikan. Oleh dokter Puskesmas, ia disarankan mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), program yang diperuntukkan bagi pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus.

Melalui Prolanis, Agus mulai mendapat dorongan untuk mengubah pola hidup. Ia disarankan berolahraga, mengurangi makanan yang kurang sehat, mengurangi gorengan dan asupan nasi, serta lebih disiplin mengonsumsi obat.

“Setelah ikut kegiatan Prolanis, kita kan tahu diagnosa kesehatan diri kita seperti apa. Kemudian ada perubahan dalam pola hidup, mulai olahraga rutin, makan makanan sehat, rutin minum obat,” katanya.

Baca juga : CKG Normalkan Tekanan Darah 45% Penderita Hipertensi

Bagi Agus, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak boleh dianggap remeh. Menurutnya, pemeriksaan Kesehatan justru harus dilakukan ketika seseorang merasa masih sehat. Terlebih memasuki usia 40 tahun, menurut dia, masyarakat tidak seharusnya takut mengetahui kondisi tubuhnya.

Selama proses itu pula, Agus mengaku sangat merasakan manfaat mengikuti CKG. Apalagi dirinya tidak harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan pemeriksaan tersebut. Sebab seluruh pelayanan gratis.

“Bukan hanya kita bisa tahu kondisi kesehatan kita bagaimana. Saya selama ikut CKG dan pemeriksaan rutin di Puskesmas tak ada mengeluarkan sepersen pun. Cuma luangkan waktu saja,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense