Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Melihat Program CKG Di SMKN 64 Jaktim
Siswa Peduli Kondisi Tubuh, Cegah Risiko Sakit Sejak Dini
Rabu, 26 Agustus 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMKN 64 Jakarta Timur (Jaktim) membuat siswa semakin peduli terhadap kondisi kesehatan. Pemeriksaan di lingkungan sekolah membantu siswa mengetahui sejumlah risiko kesehatan yang sebelumnya belum disadari. Program ini juga mendorong mereka melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sejak dini.
Suasana SMKN 64 Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026) pagi, tampak lebih ramai dari biasanya. Aktivitas sekolah meningkat karena hari itu para siswa akan mengikuti CKG. Mulai dari siswa datang, menjalani pemeriksaan, hingga menerima hasil dan arahan dari tenaga kesehatan.
Di lapangan olahraga, siswa bergantian menjalani pemeriksaan fisik. Di dalam kelas, dokter dan petugas kesehatan memeriksa penglihatan, gigi, tekanan darah hingga kondisi kesehatan lainnya. Sebagian besar datang tanpa keluhan. Mereka merasa sehat dan menjalani pemeriksaan seperti kegiatan sekolah lainnya.
Shaloom Mitha Setyawan termasuk di antara mereka. Siswi kelas XI itu sudah lama merasa penglihatannya sedikit buram, tetapi menganggapnya sebagai hal biasa. Huruf dari jarak tertentu yang seharusnya terbaca jelas justru tampak buram. Setelah pemeriksaan, dokter menyarankan Shaloom melanjutkan pemeriksaan ke poli mata. Dia perlu memastikan kondisi penglihatannya melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Shaloom mengaku belum pernah memeriksakan mata secara khusus. Dia merasa gangguan penglihatannya belum dianggap mengganggu. Namun, setelah mendengar masukan dokter, dia mengaku akan segera ke poli mata untuk mengetahui kondisi matanya.
“Kayaknya kalau nggak ada CKG, saya nggak periksa mata,” ucapnya.
Baca juga : Kemendagri Minta Pemda Turun Langsung Ke Pasar
Pengalaman berbeda dialami Rajwa Baihaqii Ishaam yang datang dengan keyakinan tubuhnya sehat dan tanpa keluhan. Pemeriksaan tahun ini secara umum kembali menunjukkan kondisi baik. Namun, ada satu informasi yang sebelumnya tidak dia ketahui, kadar gula darahnya sedikit rendah. Rajwa pun mendapat pesan dari tenaga kesehatan agar mengurangi kebiasaan begadang.
“Saya bersyukur sih dengan adanya CKG ini. Jadi tahu kondisi kesehatan diri gitu,” tuturnya.
Rajwa tidak akan mengetahui kadar gula darahnya jika pemeriksaan tidak dilakukan di sekolah. CKG membuatnya memahami bahwa rasa sehat belum tentu menggambarkan seluruh kondisi tubuh.
Cerita lain datang dari Freya, siswi kelas XI SMKN 64 Jakarta Timur. Kondisi kesehatannya secara umum baik, tetapi pemeriksaan gigi menemukan bagian yang perlu mendapat perhatian. Freya mengaku sudah lama tidak memeriksakan gigi. Dokter menyarankannya melanjutkan pemeriksaan ke puskesmas atau RS. Menurut Freya, kehadiran CKG membuat layanan kesehatan menjadi lebih terjangkau.
Siswa Antusias
Kepala SMKN 64 Jakarta Timur Dewi Puspitasari mengapresiasi Program CKG yang digelar di sekolahnya. Menurut dia, para siswa pun mengikuti dengan antusias. Mereka datang sejak pukul 6 pagi.
Baca juga : NU Perlu Ambil Peran Dan Tentukan Arah Perubahan
Menurut Dewi, kehadiran layanan kesehatan di sekolah memudahkan siswa menjalani pemeriksaan tanpa harus menyediakan waktu khusus untuk datang ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan juga membantu menemukan sejumlah kondisi yang sebelumnya tidak disadari siswa.
Dewi menceritakan salah satu siswa kelas XI terkejut setelah mengetahui tekanan darahnya berada di sekitar 145/99 mmHg. Padahal siswa itu tidak terlihat memiliki keluhan kesehatan mencolok. Hasil pemeriksaan membuatnya baru menyadari ada kondisi yang perlu diperhatikan.
“Siswa itu sampai kaget juga,” cerita Dewi.
Sekolah kemudian berkoordinasi dengan orang tua jika hasil pemeriksaan membutuhkan tindak lanjut. Siswa diarahkan mengikuti rekomendasi tenaga kesehatan. Termasuk pemeriksaan di Puskesmas atau dokter spesialis.
Melihat dari kasus tersebut, Dewi menilai, CKG juga menjadi pengalaman belajar siswa. Siswa tidak hanya menerima pelajaran di kelas, tetapi belajar mengenali kondisi tubuhnya sendiri. “Belajar itu kan bukan hanya yang sifatnya teoritis. Nah, ini kan langsung praktik,” katanya.
Temuan pada siswa bukan hanya terjadi dalam pelaksanaan CKG tahun ini. dr. Ryni Tilawati dari Puskesmas Pembantu Bambu Apus 1 mengatakan, pemeriksaan serupa pada tahun sebelumnya juga menemukan sejumlah kondisi yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.
Baca juga : Apresiasi Kinerja DPD Kalteng, Hanura Bidik 1 Kursi Senayan
Saat itu, tercatat 77 rujukan. Temuannya, antara lain hipertensi, gangguan penglihatan dan anemia.
Ryni juga mengingat seorang siswa berusia 15 tahun di sekolah lain yang tekanan darahnya terdeteksi berada di kisaran 160-an.
Pemeriksaan ulang masih menunjukkan angka sekitar 150. Siswa tersebut menjalani terapi dan pemantauan. Tekanan darahnya tetap naik turun, sehingga akhirnya dirujuk ke dokter anak. Fajar EL Pradianto
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Rabu, 26 Agustus 2026 dengan judul "Melihat Program CKG Di SMKN 64 Jaktim Siswa Peduli Kondisi Tubuh, Cegah Risiko Sakit Sejak Dini"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya