Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
Deteksi Dini CTEV Diperkuat, DoctorSHARE Gandeng Kader Posyandu Dan Puskesmas
Rabu, 1 Juli 2026 11:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya meningkatkan deteksi dini dan penanganan Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kaki pengkor terus diperkuat. Tim CTEV Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) menggelar sosialisasi bagi kader posyandu dan tenaga kesehatan di wilayah Jakarta Timur guna memperluas penemuan kasus sejak dini.
Kegiatan yang diikuti 50 peserta tersebut melibatkan kader posyandu dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Gedong.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai CTEV sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan skrining di masyarakat.
CTEV merupakan kelainan bawaan lahir yang menyebabkan satu atau kedua kaki bayi mengalami perubahan bentuk sehingga mengarah ke dalam dan ke bawah. Secara global, kondisi ini diperkirakan terjadi pada 1-2 dari setiap 800 kelahiran hidup.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Gandeng 200 Kader Dasawisma Pulo Gebang
Apabila tidak ditangani sejak dini, kaki pengkor dapat menyebabkan gangguan berjalan, keterbatasan aktivitas, hingga menurunkan kualitas hidup anak saat dewasa.
Sebaliknya, kondisi tersebut memiliki peluang kesembuhan yang tinggi apabila terdeteksi sejak awal. Berbagai penelitian menunjukkan lebih dari 90 persen kasus CTEV dapat diperbaiki melalui penanganan yang tepat, salah satunya menggunakan metode Ponseti yang kini menjadi standar penanganan di berbagai negara.
Dalam kegiatan tersebut hadir Penanggung Jawab Program Kesehatan Anak Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, dr. Jeumpa Fitri. Dia menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam melakukan deteksi dini, memberikan edukasi kepada keluarga, serta memastikan proses rujukan berjalan dengan cepat.
Para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai tanda dan gejala kaki pengkor, pentingnya pemeriksaan sejak bayi lahir, hingga alur penanganan yang tersedia bagi anak-anak penyandang CTEV.
Baca juga : Petrikimia Gresik Perkuat Pasokan Gas Jaga Keberlanjutan Produksi Pupuk Nasional
Kader posyandu dan tenaga kesehatan di tingkat kelurahan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menemukan kasus di masyarakat sekaligus menghubungkan keluarga dengan fasilitas layanan kesehatan yang tepat.
Sebagai bagian dari penguatan layanan, Program CTEV doctorSHARE juga menjalin kemitraan dengan Poli Ortopedi Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikes) Jakarta Timur.
Dalam waktu dekat, kerja sama pelayanan juga akan diperluas dengan Rumah Sakit Cijantung. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan CTEV secara komprehensif.
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya skrining aktif di tingkat kelurahan. Temuan kasus melalui jejaring kader posyandu dan fasilitas kesehatan diharapkan dapat mempercepat proses penanganan sehingga anak-anak dengan kaki pengkor segera mendapatkan terapi yang dibutuhkan.
Baca juga : Integrasi CCTV Jakarta Diperkuat, DPRD DKI Dorong Sistem Keamanan Modern
Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, kader posyandu, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat, Tim CTEV doctorSHARE berharap semakin banyak anak dengan kaki pengkor dapat ditemukan dan ditangani sejak dini sehingga mereka memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa hambatan akibat CTEV.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya