BREAKING NEWS
 

Cek Kesehatan Dari Puskesmas Hingga DPR

Dari Tensi, Darah Sampai Jantung, Penyakit Diburu Sebelum Terlambat

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 27 Agustus 2026 17:47 WIB
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Jatiwarna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Foto: Haikal Amirullah/RM

 Sebelumnya 
CKG Bukti Nyata Negara Hadir Untuk Rakyat

Pengamat pelayanan publik STIE Mulia Pratama Bekasi, Andi Muhammad Sadli menilai Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan langkah positif Pemerintah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Program ini tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

Menurut Andi, CKG menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan pemeriksaan yang dapat diakses tanpa biaya, masyarakat tidak lagi memiliki alasan untuk menunda pemeriksaan kesehatan karena persoalan biaya.

“Cek kesehatan gratis ini merupakan bentuk nyata kehadiran Pemerintah. Masyarakat diberikan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatannya sejak dini tanpa terbebani biaya. Ini program yang sangat positif dan harus dimanfaatkan masyarakat,” kata Andi Muh. Sadli kepada Rakyat Merdeka, Senin (24/8/2026).

Baca juga : Sosialisasi Petugas Puskesmas Tanjung Priok Sukses Gaet Pasien Ikutan CKG

Ia menilai, CKG juga memiliki nilai strategis karena dapat mendorong perubahan pola pikir masyarakat, dari kebiasaan berobat ketika sudah sakit menjadi lebih aktif melakukan pencegahan dan deteksi dini.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.

“Yang paling penting dari program ini bukan hanya pemeriksaannya gratis, tetapi masyarakat menjadi lebih sadar bahwa mengetahui kondisi kesehatan sejak dini itu penting. Dari sini masyarakat bisa mengambil langkah untuk menjaga dan memperbaiki kesehatannya,” ujarnya.

Andi menilai pengalaman peserta seperti Agus Wahyudi menjadi bukti bahwa CKG dapat memberikan manfaat nyata. Pemeriksaan kesehatan tidak berhenti pada mengetahui kondisi tubuh, tetapi dapat dilanjutkan dengan konsultasi dokter, pengobatan, perubahan pola hidup maupun program pengelolaan penyakit kronis ketika ditemukan masalah kesehatan.

Karena itu, menurut Andi, CKG berpotensi menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.

Baca juga : Siswa Peduli Kondisi Tubuh, Cegah Risiko Sakit Sejak Dini

“Ketika seseorang setelah diperiksa kemudian mengetahui dirinya memiliki hipertensi, lalu mendapatkan pengobatan, memperbaiki pola makan, rutin berolahraga dan melakukan kontrol, berarti program ini sudah memberikan dampak yang nyata,” katanya.

Dia juga mengapresiasi adanya mekanisme tindak lanjut dalam pelayanan kesehatan. Hasil pemeriksaan yang kemudian dibaca dan dijelaskan dokter memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami kondisi kesehatan sekaligus menentukan langkah berikutnya.

Andi menambahkan, Pemerintah perlu terus menjaga kualitas pelayanan seiring semakin tingginya antusiasme masyarakat mengikuti CKG. Kemudahan pendaftaran, kecepatan pemeriksaan, kenyamanan pelayanan hingga penyampaian hasil harus terus diperkuat.

“Antusiasme masyarakat harus dijawab dengan pelayanan yang semakin baik. Semakin banyak yang ikut, semakin penting pemerintah memastikan pelayanan tetap cepat, mudah, nyaman dan tidak membeda-bedakan,” ujarnya.

Menurut Andi, keberhasilan CKG pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat yang telah diperiksa, tetapi juga dari perubahan yang terjadi setelah pemeriksaan. Jika masyarakat menjadi lebih sadar kesehatan, lebih rutin melakukan pemeriksaan, lebih disiplin menjalani pengobatan dan mulai menerapkan pola hidup sehat, maka manfaat program akan jauh lebih besar.

Baca juga : CKG Normalkan Tekanan Darah 45% Penderita Hipertensi

“CKG jangan dilihat hanya sebagai pemeriksaan gratis. Ini adalah investasi kesehatan masyarakat. Pemerintah membuka aksesnya, masyarakat tinggal memanfaatkan dan kemudian menjaga kesehatan dengan lebih baik,” pungkasnya.

Pada akhirnya, keberhasilan program pemeriksaan kesehatan bukan hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas dan pembiayaan. Kesadaran masyarakat untuk datang, menjalani pemeriksaan, menerima hasil, dan mengikuti rekomendasi tenaga medis menjadi mata rantai penting agar pemeriksaan kesehatan benar-benar menghasilkan manfaat.

Dengan demikian, CKG bukan sekadar agenda pemeriksaan gratis. Ia menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan. Dari menunggu sakit menjadi mengenali risiko lebih awal. Dari mengabaikan gejala menjadi memeriksa diri, serta dari sekadar berobat menjadi membangun kesadaran untuk menjaga kesehatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense