BREAKING NEWS
 

Hotspot Di Sumatera Menurun, Karhutla Kalimantan Terus Dijinakkan

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Minggu, 30 Agustus 2026 07:50 WIB
Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman/foc)

RM.id  Rakyat Merdeka - Titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera mulai turun. Sementara di Kalimantan, ribuan titik panas terus bermunculan. Namun, Pemerintah dengan melibatkan semua pihak terus berupaya jinakkan karhutla, khususnya di Kalimantan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, Kalimantan Tengah menjadi wilayah yang masih tinggi jumlah titik hotspot. Jumlahnya titik panas terus meningkat dan telah mencapai 4.359 titik.

"Di Kalimantan Tengah titik api sebesar 93 titik api, tetapi titik panas meningkat sebesar 412 sehingga titik panas menjadi 4.359 titik," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Jumat (28/8).

Data ini didasarkan pada SiPongi Kementerian Kehutanan tanggal 27 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB. BNPB juga melaporkan bahwa luas lahan yang terbakar di Kalimantan Tengah kini telah mencapai lebih dari 7.634 hektare.

Namun, jarak pandang disebut masih tergolong normal, yaitu sembilan kilometer.

Kini, operasi darat di Kalimantan Tengah difokuskan pada pemadaman, pembatasan penjalaran api, dan pendinginan.

Operasi pemadaman dilaporkan telah dilakukan di lahan sebesar 257 hektare di Pulang Pisau dan lahan sebesar 10 hektare di Seruyan. "Operasi karhutla ini dilakukan melalui operasi darat maupun operasi udara baik di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi," ungkap Berton.

Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Berton menyebut, jumlah hotspot bertambah 262 titik dibandingkan sehari sebelumnya. Total titik panas di wilayah tersebut mencapai 1.079 titik. Meski demikian, jarak pandang masih di atas 7 kilometer.

Baca juga : 97% Untuk MBG 3% Operasional

Selain titik panas, kualitas udara khususnya di Palangkaraya, Kalteng, telah masuk dalam kategori berbahaya. Kondisi kualitas udara di kawasan ibu kota provinsi Kalteng itu diambil dari laman resmi BMKG dan berdasarkan pantauan per 28 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB.

Kualitas udara Palangka Raya termasuk kategori berbahaya karena konsentrasi PM2.5 telah mencapai angka 494.9 μg/m3. Angka ini jauh dari batas ambang konsentrasi PM2.5 kategori berbahaya yaitu di angka >250.5. Tingginya konsentrasi PM2.5 dapat berasal dari berbagai sumber polusi, salah satunya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berbeda dengan Kalimantan, kondisi di sejumlah wilayah Sumatera mulai membaik.

Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Jumat (28/8/2026) sore, terdeteksi 1.339 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi.

"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera pada Jumat sore mencapai 1.339 titik. Untuk Provinsi Riau terpantau sebanyak 174 titik," dikutip dari BMKG Riau.

Dari seluruh provinsi di Sumatera, Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 883 titik.

Disusul Riau sebanyak 174 titik, Jambi 113 titik, Lampung 72 titik, Bangka Belitung 71 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara 5 titik, Kepulauan Riau 4 titik, serta Bengkulu dan Sumatera Barat masing-masing 2 titik.

Adsense

Berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran karhutla. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan 1.000 personel Polisi Kehutanan (Polhut) untuk memperkuat patroli, pengamanan kawasan, dan deteksi dini di sejumlah wilayah Kalimantan.

Baca juga : Demo 27 Agustus, 322 Perusuh Ditangkap, 45 Orang Jadi Tersangka

Direktur Pencegahan dan Penanganan Pengaduan Kehutanan Kemenhut Yazid Nurhuda mengatakan, tambahan personel juga akan mempercepat respons terhadap laporan masyarakat dan temuan di lapangan. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan informasi yang cepat dan akurat.

"Setiap laporan masyarakat mengenai dugaan pembakaran, pembukaan lahan ilegal, atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran akan diverifikasi dan ditindaklanjuti bersama unit terkait di lapangan," ujar Yazid, Kamis (27/8/2026).

Polhut akan bergabung dengan Manggala Agni, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dan relawan. Masyarakat juga diminta aktif melaporkan indikasi pembakaran melalui kanal resmi Ditjen Gakkum Kehutanan.

Upaya pencegahan turut diperkuat TNI. Menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI membentuk satgas khusus untuk sosialisasi dan pencegahan karhutla, dengan Kalbar menjadi salah satu wilayah fokus.

Ketua Tim Penanganan Karhutla Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung bersama 13 anggota tim akan menjalankan edukasi selama 30 hari. Sosialisasi menyasar desa, masyarakat, pemerintah desa, dunia usaha hingga akademisi.

"Yang pertama tentu saja kita mensosialisasikan bagaimana pencegahan terjadinya kebakaran, penyebab-penyebabnya, sumber-sumbernya," kata Parlindungan, Kamis (27/8/2026).

Dukungan udara turut diperkuat. TNI Angkatan Udara mengerahkan tiga pesawat Casa NC-212 dari Skadron Udara 4 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalbar dan Kalimantan Timur.

Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, tiga pesawat tersebut menambah kekuatan udara yang telah beroperasi di Kalimantan. Total 20 pesawat kini dikerahkan di Kalimantan, terdiri atas lima helikopter, tiga pesawat untuk OMC, dan 12 helikopter besar untuk water bombing. Secara keseluruhan, 42 pesawat ditempatkan di enam provinsi rawan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalbar, Kalsel, dan Kalteng.

Baca juga : Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, KPK Sita Barang Bukti Rp 6 Miliar Dari 3 Saksi

Sementara itu, karhutla yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan berdampak 5,5 juta warga. "Bayangkan betapa karhutla ini memberikan efek yang tidak menguntungkan pada 5,5 juta populasi masyarakat," kata Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Dante mengungkapkan, hingga Kamis (27/8/2026), masih terdapat 4.082 orang yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sementara secara kumulatif, jumlah kasus ISPA yang tercatat sepanjang Juli hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 13.500 orang.

Menurut Dante, jumlah kasus ISPA pada tahun ini di sejumlah daerah mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebab, lahan yang kebakar semakin luas.

"Dampak kebakaran besar menyebabkan angka ISPA-nya itu meningkat, jadi keterlambatan penanganan itu tidak ada," urai Dante.

89 Orang Jadi Tersangka

Pelaku yang diduga sengaja melakukan pembakaran hingga menyebabkan karhutla terus bertambah. Bareskrim Polri telah menetapkan 89 orang sebagai tersangka dalam kasus pembakaran karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

"Jadi kita intensif, proaktif mencari pelaku-pelaku yang melakukan pembakaran tentunya. Kurang lebih tersangkanya ada 89. Jadi meningkat dengan jumlah kemarin," ungkap Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Moh Irhamni kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Selain penetapan tersangka, polisi saat ini menangani 189 laporan polisi terkait kasus karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Perkaranya masih dalam proses penyidikan.

"Jadi meningkat dengan jumlah kemarin, itu seiring dengan aktifnya rekan-rekan dari Polda dan dari Dittipidter Bareskrim melaksanakan kegiatan asistensi," ujar Irhamni. [BYU/UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense