RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi seekor orangutan jantan dewasa yang ditemukan dalam kondisi lemah di kebun sawit milik masyarakat di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Orangutan tersebut ditemukan di Dusun 1 Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, pada Minggu (30/8/2026).
Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi KSDA Wilayah I BKSDA Kalimantan Barat menerima laporan mengenai keberadaan satwa dilindungi tersebut pada pukul 07.27 WIB. BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI kemudian segera menurunkan tim untuk melakukan penyelamatan.
Orangutan itu sebelumnya telah dipantau oleh tim Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI pada 16 Agustus 2026 di sekitar lokasi penyelamatan. Namun, pada saat itu satwa tersebut masih bergerak dan berpindah-pindah secara aktif.
Baca juga : Pemadaman Karhutla Terkendala Air & Angin
Ketika kembali ditemukan pada Minggu pagi, orangutan tersebut berada dalam kondisi lemah di area kebun sawit masyarakat.
Sekitar pukul 09.13 WIB, tim melakukan pembiusan secara terukur untuk memudahkan pemeriksaan kesehatan dan proses evakuasi. Dokter hewan YIARI kemudian memberikan penanganan awal berupa pemberian oksigen dan cairan melalui infus.
Tim medis juga mengambil sampel darah, feses, dan rambut untuk mendukung pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, microchip dipasang sebagai bagian dari proses identifikasi dan pemantauan individu orangutan tersebut.
Pada saat proses penyelamatan berlangsung, kawasan berhutan di sekitar kebun sawit masyarakat di Desa Kuala Satong diketahui sedang mengalami kebakaran yang menimbulkan asap. Tim juga tidak menemukan sumber air di sekitar lokasi ditemukannya orangutan.
Baca juga : Daniel Johan: Korban Banyak, Udara Pada Tahap Berbahaya
Berdasarkan pengamatan awal, kondisi lemah orangutan tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap dan kekurangan cairan. Namun, pemeriksaan medis lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan serta penyebab yang dialami satwa tersebut.
Setelah efek pembiusan berangsur hilang dan kondisinya dinilai memungkinkan untuk dipindahkan, orangutan tersebut segera dievakuasi ke pusat rehabilitasi YIARI. Di lokasi tersebut, satwa akan menjalani observasi dan penanganan medis lebih lanjut.
Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengatakan, kebakaran di sekitar habitat dan ruang jelajah satwa perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pergerakan maupun kondisi satwa liar.
“Kebakaran tidak hanya berdampak terhadap tutupan lahan, tetapi juga berpotensi memberikan tekanan terhadap satwa liar yang berada di sekitarnya. Karena itu, pemantauan terhadap pergerakan satwa di wilayah terdampak juga penting dilakukan,” kata Murlan.
Baca juga : Zenzi Suhadi: Uang Negara Akan Terkuras Banyak
Ia mengapresiasi laporan masyarakat dan kerja sama seluruh pihak sehingga orangutan tersebut dapat segera mendapatkan pertolongan.
Kemenhut mengimbau masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar lainnya di sekitar permukiman, perkebunan, maupun wilayah terdampak kebakaran agar tidak melakukan penanganan sendiri.
Masyarakat diminta menjaga jarak, tidak mengganggu maupun memberi makan satwa tersebut, serta segera melaporkan keberadaannya kepada BKSDA atau petugas kehutanan setempat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.