Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
- Gempa Susulan Flores Nyaris 10.000, BNPB: Aktivitas Mulai Menurun
- MU Hajar Ipswich, Chelsea Menang Dramatis
- Inter Menang Tipis, Como Permalukan Napoli
- Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
Jepang Kirim Helikopter Dan 600 Personel
Pemadaman Karhutla Terkendala Air & Angin
Senin, 31 Agustus 2026 08:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah Indonesia menjadi perhatian dunia. Pemerintah Jepang pun ikut mengirimkan helikopter untuk membantu memadamkan api. Di lapangan, pemadaman karhutla terkendala pasokan air dan angin.
Jepang mengirimkan tiga helikopter jenis CH-47 Chinook milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang atau Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) untuk membantu penanganan karhutla. Ketiga helikopter tersebut akan diangkut menggunakan kapal amfibi JS Kunisaki.
Kapal JS Kunisaki telah bertolak dari Jepang menuju Indonesia pada Minggu (30/8/2026). Selain helikopter, Negeri Sakura juga mengerahkan sekitar 600 personel dalam misi tersebut.
Dikutip dari Japan Times dan NHK World, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan, tiga helikopter tersebut akan digunakan untuk memperkuat operasi pemadaman dari udara. Helikopter akan mengangkut dan menjatuhkan air ke lokasi kebakaran.
"Tokyo akan melakukan segala upaya untuk membantu mencegah meluasnya dampak kerusakan," kata Koizumi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan mengatakan, pihaknya telah menerima informasi mengenai rencana bantuan dari Jepang. “Sudah dilaksanakan rapat persiapan site survey dalam rangka perbantuan Jepang, dalam hal ini untuk karhutla,” ujar Berton dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).
Baca juga : Terkait TSK TPPU, Febrie Kalah Lagi
Menurut dia, tiga helikopter Jepang tersebut diharapkan dapat memperkuat operasi pemadaman dari udara. Kapasitas helikopter dalam mengangkut air dinilai dapat membantu penanganan kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
BNPB memperoleh informasi bahwa operasi pemadaman dengan dukungan Jepang direncanakan mulai 10 September 2026. Jepang masih perlu menyelesaikan sejumlah persiapan, termasuk survei lokasi dan administrasi sebelum operasi dimulai.
Di sisi lain, operasi penanganan karhutla di sejumlah daerah masih menghadapi berbagai tantangan. Selain keterbatasan sumber air, petugas juga harus menghadapi kondisi medan, cuaca panas, serta tiupan angin yang dapat mempercepat penyebaran api.
Meski demikian, sejumlah kebakaran berhasil dikendalikan. Pemerintah bersama tim gabungan terus memperkuat operasi darat dan udara untuk mencegah api meluas.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ristianto Pribadi mengatakan, penurunan jumlah hotspot terjadi di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi pada Sabtu (29/8/2026).
Sementara itu, jumlah hotspot di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat justru mengalami peningkatan.
Baca juga : Cegah Kriminalisasi Kritik, MK Hapus Pasal Penghinaan Pemerintahan di KUHP
Berdasarkan data Sistem Informasi, Digital, dan Peringatan Dini Karhutla (SiPongi) Kemenhut yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, jumlah hotspot nasional dengan tingkat kepercayaan tinggi, sedang, dan rendah pada Sabtu (29/8/2026) tercatat sebanyak 20.378 titik. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 18.092 titik pada 28 Agustus dan 14.788 titik pada 27 Agustus 2026.
Di Kalimantan Selatan, jumlah hotspot turun dari 1.354 menjadi 867 titik. Penurunan juga terjadi di Sumatera Selatan, dari 1.036 menjadi 808 titik. Jumlah titik panas di Riau turun tipis dari 265 menjadi 254 titik. Sementara di Jambi, jumlah hotspot berkurang dari 181 menjadi 159 titik.
Sebaliknya, jumlah hotspot di Kalimantan Tengah meningkat dari 7.703 menjadi 8.488 titik. Peningkatan lebih besar terjadi di Kalimantan Barat, dari 3.384 menjadi 6.526 titik.
Ristianto mengatakan, perkembangan positif juga terpantau di Riau setelah hujan turun di sebagian wilayah pada Sabtu. Intensitas hujan bervariasi, bahkan mencapai kategori lebat di beberapa lokasi. Kondisi tersebut dinilai mendukung upaya pengendalian karhutla.
Kemenhut bersama tim gabungan terus memperkuat upaya pengendalian melalui patroli, pemeriksaan langsung di lapangan atau ground check, pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, mopping up, serta pendinginan dan pemantauan di lokasi yang berpotensi mengalami penyalaan kembali. Selain operasi darat, Pemerintah terus menyiagakan dukungan udara untuk kegiatan water bombing, patroli udara, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Presiden Prabowo Subianto juga meminta upaya pencegahan karhutla di Kalimantan dan Sumatera dikebut dengan melibatkan aparat TNI hingga ke tingkat desa.
Baca juga : Hotspot Di Sumatera Menurun, Karhutla Kalimantan Terus Dijinakkan
Hal tersebut dibahas Prabowo dalam rapat terbatas bersama Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo meminta agar langkah mitigasi karhutla tidak hanya mengandalkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Edukasi kepada masyarakat juga perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan.
“Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama,” imbuh Teddy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/8/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya