BREAKING NEWS
 

Karhutla Gambut Londerang Terkendali, Gubernur Jambi & Pangdam Apresiasi Satgas

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 31 Agustus 2026 20:39 WIB
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi kerja tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus melakukan pemadaman dan pendinginan di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Al Haris saat meninjau langsung lokasi kebakaran bersama Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Senin.

Tim gabungan yang menangani kebakaran tersebut terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta dunia usaha, termasuk PT Wirakarya Sakti (WKS).

Peninjauan juga diikuti Danrem 042/Garuda Putih, Karo Ops Polda Jambi, Kepala Pelaksana BPBD, Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Ketua DPRD Tanjung Jabung Timur, Kapolres Tanjung Jabung Timur, Dandim 0419/Tanjab, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur, serta unsur terkait lainnya.

Dari hasil peninjauan, api terbuka di kawasan HLG Londerang telah dapat dikendalikan. Namun, asap masih terlihat di sejumlah titik sehingga tim gabungan terus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih aktif di bawah permukaan gambut.

Baca juga : Jinakkan Karhutla Di Luar Area Kerja, PT BMH Kerahkan 12 Tim & 13 Alat Berat

"Di wilayah kawasan hutan gambut Londerang ini masih terdapat asap yang sangat mungkin di bawah masih aktif apinya. Lahan gambut ini tidak sekaligus kita siram air langsung mati, tetapi terus menjalar," kata Al Haris.

Ia mengatakan karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan secara berkelanjutan karena api dapat kembali muncul ketika kondisi lahan mengering.

Menurut Al Haris, penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur yang turun langsung ke lapangan, mulai dari aparat TNI dan Polri, BPBD, Manggala Agni hingga perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan.

Adsense

"Teman-teman dari TNI-Polri, hari ini langsung Pangdam turun ke lapangan bersama kami, juga Danrem, Karo Ops Polda Jambi, BPBD, Manggala Agni, kemudian juga dari PT WKS aktif di sini, langsung memantau, mengawal agar tidak meluas apinya," ujarnya.

Dalam operasi penanganan tersebut, tim gabungan melakukan penyekatan titik api, pemadaman darat, serta memperkuat pasokan air untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.

Baca juga : PLN Indonesia Power Sintang Terjunkan Tim Tangani 10 Titik Karhutla 105 Hektare

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun intake air dari Sungai Batanghari guna memenuhi kebutuhan air dalam operasi pemadaman di kawasan gambut tersebut.

"Alhamdulillah ini sudah mulai pendinginan. Luar biasa teman-teman bekerja mulai dari menyekat titik api, lalu juga membangun intake di Sungai Batanghari. Di sini saya lihat sudah begitu canggih model pemadamannya dan saya apresiasi kerja teman-teman semuanya," kata Al Haris.

Ia menilai penanganan kebakaran di HLG Londerang menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, dan dunia usaha dalam mencegah kebakaran meluas.

"Inilah contoh kita berkolaborasi bersama-sama di lapangan dan inilah contoh kita rasa memiliki. Kebersamaan kita ada, alhamdulillah wilayah ini sudah mulai dikendalikan oleh tim dan tinggal proses pendinginan," katanya.

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, area yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 86 hektare.

Baca juga : September Jadi Battleground Karhutla, Menhut Maksimalkan OMC

Penanganan karhutla di HLG Londerang telah dilakukan sejak kebakaran terdeteksi pada 27 Agustus 2026. Hingga kini, operasi pemadaman, penyekatan, pemantauan, dan pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke kawasan lain.

Tim gabungan juga terus memastikan seluruh titik api dan bara yang berada di bawah permukaan gambut dapat dipadamkan sepenuhnya mengingat karakteristik kebakaran gambut yang berpotensi kembali muncul saat kondisi lahan mengering.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense