BREAKING NEWS
 

2 Dekade PANDI: Dari 1,52 Juta Domain.ID Menuju Panggung Global ICANN87 Bali

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 1 September 2026 16:02 WIB
Ketua PANDI Isnawan Aslam (tengah) diapit Sekretaris Ery Punta Hendraswara (kanan) dan Bendahara AM Natsir Amal dalam konferensi pers Dua Dekade PANDI di Smesco Tower, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (Foto: Khairizal Anwar/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) yang kini telah berusia 20 tahun, mencatat berbagai lompatan. Mulai dari memperluas penggunaan domain .id hingga menghadirkan .ai.id di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Momentum dua dekade menjadi refleksi perjalanan PANDI dalam mengelola domain ID sekaligus menegaskan komitmennya terhadap penguatan infrastruktur Internet, keamanan, inovasi, dan kedaulatan digital Indonesia.

Berikut tujuh tonggak penting perjalanan PANDI selama dua dekade:

1. Tembus 1.523.504 Domain.ID

Dari perjalanan panjang domain.ID sejak tahun 2007 hingga 31 Juli 2026, total domain .ID yang berada dalam pengelolaan PANDI berjumlah 1.523.504.

Dari keseluruhan Domain Under Management tersebut, tiga ekstensi dengan kontribusi terbesar adalah my.id, .id, dan web.id. Ketiganya menjadi pendorong utama pertumbuhan ekosistem domain Indonesia.

"Pertumbuhan domain .ID hingga lebih dari 1,5 juta ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan terhadap identitas digital Indonesia," kata Ketua PANDI, Isnawan Aslam.

2. Pangsa Pasar .ID Kini 58 Persen

Dalam lima tahun terakhir, pangsa pasar .ID di Indonesia meningkat dari 36 persen menjadi 58 persen. Ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap domain Indonesia sebagai identitas digital.

Baca juga : PANDI Ajak Anak Muda Hidupkan Aksara Nusantara Di Dunia Digital

Penggunaan .ID tidak hanya terbatas di dalam negeri. Sekitar 24 persen pengguna domain .ID berasal dari luar Indonesia.

3. 24 Registrar Terakreditasi 

Ekosistem registrar .ID juga mengalami transformasi. Pada 2012 terdapat 12 registrar aktif, dan saat ini PANDI telah didukung oleh 24 registrar terakreditasi.

PANDI berperan sebagai registry, sedangkan registrar menjadi garda terdepan dalam menyediakan layanan pendaftaran domain .ID kepada masyarakat.

Pertumbuhan jumlah registrar diharapkan semakin memperluas pilihan layanan bagi pengguna, meningkatkan standar layanan melalui mekanisme akreditasi, serta memperluas distribusi domain .ID ke berbagai kelompok masyarakat dan pelaku usaha.

4. Sistem Registri Mandiri

Tahun 2020 menjadi salah satu tonggak penting PANDI melalui beroperasinya Sistem Registri Mandiri secara penuh. Sistem ini dikelola langsung oleh PANDI dan dibangun untuk mendukung kemandirian, keamanan, keandalan, serta kedaulatan digital nasional.

5. Infrastruktur DNS Digital 

Infrastruktur DNS .ID kini diperkuat oleh total 378 DNS Server Anycast. Jaringan tersebut mencakup node di dalam negeri, luar negeri, node APNIC, serta 330 node F.DNS.ID melalui PCH yang tersebar di 136 negara dan 338 data center di seluruh dunia.

Adsense

Infrastruktur ini dirancang dengan prinsip availability, reliability, recovery, serta no single point of failure.

6. Kinerja Layanan Tersertifikasi

Baca juga : PANDI, FTII Dan ASPILUKI Kembali Gelar developerday.id 2026

PANDI menjaga kinerja layanannya melalui pencapaian Service Level Agreement. DNS, WHOIS, dan RDAP mencatat realisasi SLA 100 persen, sementara Sistem Registri Mandiri mencapai 99,95 persen. PANDI juga mempertahankan sertifikasi SNI ISO/IEC 27001:2022 dan ISO 9001:2015.

7. Penguatan Keamanan & Penanganan Domain Abuse

Dalam aspek keamanan, sepanjang Januari-Juni 2026 pusat keamanan PANDI mencatat 77.517 serangan, tanpa insiden berisiko tinggi yang tidak tertangani.

Pada periode yang sama, statistik IDADX mencatat 32.359 kasus domain abuse, dengan kategori terbesar berupa judi online sebanyak 24.550 kasus, disusul phishing 6.495 kasus, malware 961 kasus, dan kategori lainnya 342 kasus.

Upaya penguatan keamanan tersebut turut didukung pengembangan aplikasi BIMA v2.0 berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan kemampuan crawling dan deteksi penyalahgunaan domain .ID.

8. Inovasi Identitas Digital Indonesia

Selain layanan registry, PANDI terus mengembangkan sejumlah program riset dan inovasi, termasuk Registry Service Provider, IDCHAIN, Internationalized Domain Names, serta penguatan IDADX.

Pengembangan IDN PANDI terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadirkan internet yang lebih inklusif terhadap bahasa dan aksara lokal.

SLD Aksara Bali telah live dengan modul verifikasi aktif, sementara Label Generation Rules untuk Aksara Jawa dan Pegon telah disetujui oleh ICANN, memperkuat langkah menuju internet multibahasa yang lebih inklusif.

9. Berpartisipasi Dalam ICANN87 Bali 

Baca juga : Fadli Zon Dan PANDI Luncurkan Lomba Menulis Dongeng Beraksara Nusantara

PANDI dan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menjadi bagian dari penyelenggaraan lokal ICANN di Bali pada 17-22 Oktober 2026.

ICANN87 Bali diproyeksikan menghadirkan sekitar 2.000-2.500 peserta dari lebih dari 180 negara, mulai dari registry, registrar, industri DNS, pemerintah, dunia usaha, hingga supporting organizations dan advisory groups ICANN.

Salah satu agenda utama adalah Jamuan Resmi Selebrasi Aksara Indonesia pada 19 Oktober 2026, yang mengusung semangat "The Multilingual Internet: Celebrating Scripts, Culture, and Identity.

Agenda tersebut akan memadukan pertemuan komunitas global dengan promosi budaya sekaligus peluncuran Internationalized Domain Names untuk Aksara Bali, Aksara Jawa, dan Aksara Pegon.

Rangkaian ICANN87 juga akan mencakup Governmental Advisory Committee Gala Dinner dan ccNSO Gala Dinner, yang mempertemukan komunitas pemerintahan serta pengelola country-code top-level domain dari berbagai negara. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense