Dark/Light Mode

Fadli Zon Dan PANDI Luncurkan Lomba Menulis Dongeng Beraksara Nusantara

Senin, 27 Juli 2026 13:53 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama jajaran PANDI meluncurkan soft launching Lomba Menulis Dongeng Anak Beraksara Nusantara di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (22/7/2026). Dok. PANDI
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama jajaran PANDI meluncurkan soft launching Lomba Menulis Dongeng Anak Beraksara Nusantara di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (22/7/2026). Dok. PANDI

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) meluncurkan lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara sebagai upaya memperkuat literasi budaya sekaligus menghadirkan aksara Nusantara di ruang digital. Peluncuran awal (soft launching) dilakukan di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (22/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Kementerian Kebudayaan dan PANDI dalam menyemarakkan Hari Aksara Internasional melalui berbagai program yang mendorong masyarakat mengenal, menggunakan, dan menghidupkan kembali aksara Nusantara.

Lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara ditujukan sebagai ruang partisipasi publik, khususnya bagi generasi muda, pelajar, komunitas budaya, pegiat literasi, serta masyarakat luas. Melalui media dongeng anak, aksara Nusantara diharapkan dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih kreatif, edukatif, dan dekat dengan kehidupan keluarga.

Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang lomba akan memperoleh Piala Menteri Kebudayaan.

Baca juga : Pemerintah Dan APHI Perkuat Kolaborasi Kelola Mangrove Berkelanjutan

Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon menegaskan pentingnya digitalisasi aksara Nusantara sebagai bagian dari upaya menjaga identitas bangsa di era digital.

"Hari ini saya berdialog dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Gedung E Kementerian Kebudayaan. Pertemuan membahas inisiatif digitalisasi aksara Nusantara sebagai upaya untuk menjaga dan merawat identitas bangsa, melalui domain .id yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami juga membahas terkait inisiatif peluncuran domain dan lomba menulis dongeng anak menggunakan Aksara Nusantara di ruang digital," ujar Fadli Zon.

Menurutnya, penguatan ekosistem digital perlu diiringi dengan pelestarian warisan budaya agar tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

Fadli juga mengapresiasi berbagai inisiatif yang mendorong pemajuan kebudayaan, khususnya dalam menghidupkan kembali penggunaan aksara Nusantara sebagai warisan budaya yang terus berkembang (living heritage).

Baca juga : Temasek Foundation Dan 5P Global Movement Luncurkan Harmony in Diversity Award

"Kami mengapresiasi berbagai inisiatif yang dapat berkontribusi dalam menjaga dan merawat identitas budaya bangsa. Kami juga berharap inisiatif ini dapat mendorong Aksara Nusantara sebagai living heritage untuk semakin hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman," katanya.

Sementara itu, Ketua PANDI Isnawan Aslam mengatakan lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendorong pemanfaatan aksara lokal di ruang digital. Menurutnya, aksara Nusantara tidak hanya perlu dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga diperkenalkan kembali melalui medium yang relevan bagi generasi masa kini.

"Melalui lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara, kami ingin menghadirkan cara yang lebih dekat, kreatif, dan menyenangkan bagi generasi muda untuk mengenal kembali aksara daerah," ujar Isnawan.

Ia menjelaskan, pendekatan melalui dongeng dipilih karena memiliki nilai edukatif dan kultural yang dekat dengan masyarakat. Selain menjadi media bercerita, dongeng juga dinilai efektif menanamkan nilai, imajinasi, bahasa, serta kebanggaan terhadap budaya bangsa sejak dini.

Baca juga : Dialog Dengan Nelayan Muncar, Wapres Janji Tindak Lanjuti Berbagai Keluhan

Menurut Isnawan, peringatan Hari Aksara Internasional menjadi momentum yang tepat untuk mengajak masyarakat kembali memandang aksara sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, aksara Nusantara perlu terus diperkenalkan melalui cara yang relevan, partisipatif, dan mudah diakses.

Lomba tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, PANDI, sekolah, komunitas aksara, pegiat literasi, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat literasi budaya sekaligus literasi digital. Melalui kolaborasi itu, aksara Nusantara diharapkan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap hidup dan berkembang di ruang digital.

Pendaftaran lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara akan dibuka mulai 8 Agustus 2026. Informasi mengenai persyaratan, kategori peserta, jenis aksara yang dapat digunakan, jadwal, serta mekanisme pengiriman karya dapat diakses melalui laman resmi lombaaksaranusantara.id.

PANDI berharap kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan ini dapat memperluas pemanfaatan aksara Nusantara di ruang digital, sehingga aksara daerah tidak hanya dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari masa depan identitas digital Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.