Dark/Light Mode

Didukung GKR Mangkubumi & Erry Riyana

PANDI Ajak Anak Muda Hidupkan Aksara Nusantara Di Dunia Digital

Jumat, 14 Agustus 2026 22:44 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama jajaran PANDI meluncurkan soft launching Lomba Menulis Dongeng Anak Beraksara Nusantara di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (22/7/2026). Dok. PANDI
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama jajaran PANDI meluncurkan soft launching Lomba Menulis Dongeng Anak Beraksara Nusantara di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (22/7/2026). Dok. PANDI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggandeng sejumlah tokoh nasional untuk mendorong aksara Nusantara tetap hidup di tengah perkembangan teknologi digital. Generasi muda diajak tidak hanya mengenal, tetapi juga menggunakan aksara Nusantara melalui berbagai karya kreatif.

Salah satu dukungan datang dari GKR Mangkubumi, Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Parwabudaya Keraton Yogyakarta. Ia mengajak generasi muda terus berkarya menggunakan aksara Nusantara agar warisan budaya tersebut tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Setiap goresan pena hari ini adalah cermin kecerdasan bangsa besok. Keluarkan daya ciptamu, tunjukkan bahwa aksara kita punya daya pikat yang tak pernah padam!” ujar GKR Mangkubumi.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan Lomba Menulis Dongeng Anak Aksara Nusantara yang digagas PANDI. Kegiatan ini mendorong penggunaan enam aksara Nusantara, yakni Jawa, Sunda, Bali, Batak, Bugis, dan Rejang melalui karya kreatif di ruang digital.

Ketua PANDI Isnawan mengatakan, lomba tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan kembali aksara Nusantara. Masyarakat, khususnya generasi muda, juga didorong untuk menggunakan aksara tersebut secara nyata.

Baca juga : PANDI, FTII Dan ASPILUKI Kembali Gelar developerday.id 2026

“Melalui lomba ini, PANDI ingin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya mengenal, tetapi juga menggunakan aksara Nusantara secara nyata di ruang digital,” kata Isnawan.

Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya dapat menjadi sarana untuk memperluas penggunaan aksara Nusantara. Dengan demikian, aksara daerah tidak hanya menjadi bagian dari peninggalan masa lalu, tetapi tetap digunakan dan berkembang mengikuti zaman.

“Aksara Nusantara harus tetap hidup, digunakan, dan berkembang mengikuti zaman,” tegasnya.

Selain GKR Mangkubumi, inisiatif tersebut mendapat dukungan dari Erry Riyana Hardjapamekas, Ketua Dewan Yayasan Kebudayaan Rancagé sekaligus mantan pimpinan KPK.

Erry menilai pelestarian budaya perlu berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, ruang digital dapat menjadi sarana penting untuk menjaga warisan budaya agar tidak hilang.

Baca juga : Fadli Zon Dan PANDI Luncurkan Lomba Menulis Dongeng Beraksara Nusantara

“Pelestarian aksara Nusantara di dalam ruang digital adalah keniscayaan. Kita tentu sepakat bahwa kemajuan teknologi yang pesat tidak boleh membiarkan budaya yang diwariskan oleh leluhur kita musnah,” ujar Erry.

Dia pun mengajak masyarakat mendukung langkah PANDI dalam menghadirkan aksara Nusantara di ruang digital.

Dukungan serupa disampaikan Fadli Zon. Ia berharap berbagai inisiatif untuk memperkenalkan aksara Nusantara dapat memperkuat keberadaannya sebagai warisan budaya yang tetap digunakan generasi mendatang.

“Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong Aksara Nusantara sebagai living heritage untuk semakin hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

PANDI menjadikan digitalisasi sebagai ruang baru untuk pelestarian budaya melalui lomba tersebut. Dongeng dipilih sebagai medium yang mempertemukan aksara, cerita, kreativitas, dan teknologi.

Baca juga : PANDI Gandeng Stafsus Presiden Tiar Karbala Perkuat Literasi AI Untuk UMKM Sulut

Dengan cara ini, warisan budaya diharapkan tidak sekadar tersimpan sebagai peninggalan sejarah. Aksara Nusantara diharapkan terus digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui medium yang dekat dengan kehidupan anak muda.

Masyarakat yang ingin mengikuti Lomba Menulis Dongeng Anak Aksara Nusantara dapat memperoleh informasi lengkap dan melakukan pendaftaran melalui lombaaksaranusantara.id⁠�.

PANDI merupakan pengelola nama domain tingkat tinggi Indonesia yang mengelola domain .id. Organisasi tersebut beranggotakan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, industri internet, dan akademisi.

Hingga 31 Desember 2025, jumlah nama domain .id yang terdaftar mencapai 1.431.960 nama domain.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.