RM.id Rakyat Merdeka - Generasi muda didorong tidak berhenti pada perdebatan di ruang digital, tetapi mengambil peran nyata dalam membangun masa depan Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Koordinator Presidium DPP Gerakan Muda Untuk Rakyat (GEMURA) Rajih Musaad saat pelantikan DPP GEMURA dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Ballroom Hotel Syahid, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Mengusung tema “Asta Cita: Generasi Muda sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan peran anak muda dalam pembangunan nasional.
Pelantikan dan Rakernas itu turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.
Rajih menegaskan, Indonesia Emas 2045 merupakan proyek kebangsaan yang harus dibangun bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Baca juga : Jangan Biarkan Polarisasi Sosial dan Politik Terus Terekalasi
Karena itu, ia mendorong anak muda mengambil peran sebagai jembatan antara masyarakat akar rumput, dunia usaha, dan pemerintah.
“Anak muda hari ini yang mendapatkan akses pendidikan atau privilege harus mampu menjadi jembatan, mulai dari grassroot, para pebisnis, hingga pemangku kebijakan,” ujar Rajih.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam polarisasi yang berkembang di ruang digital.
Menurutnya, algoritma media digital kerap mempertemukan seseorang dengan informasi yang sesuai dengan apa yang ingin didengar, bukan dengan hal yang perlu dipahami.
“Cara kerja algoritma mempertemukan kita dengan apa yang ingin kita dengar, bukan dengan apa yang perlu kita pahami,” tuturnya.
Baca juga : Pendanaan Asing Berisiko Pengaruhi Ruang Publik dan Picu Polarisasi
Rajih mengajak anak muda memanfaatkan teknologi secara bijak untuk memperkuat persatuan sekaligus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir turut mendorong generasi muda aktif mengambil bagian dalam pembangunan nasional.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas anak muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk isu kesehatan mental, ekonomi hijau, dan ekonomi digital.
Sementara itu, Raffi Ahmad mengajak generasi muda menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan turut berperan dalam menangkal penyebaran hoaks.
Keduanya menilai potensi besar yang dimiliki generasi muda perlu diarahkan menjadi kekuatan positif untuk kemajuan bangsa.
Baca juga : Idrus Marham Kecam Narasi Provokatif, Ingatkan Bahaya Polarisasi
Menutup pesannya, Rajih mengajak generasi muda meninggalkan perdebatan yang berpotensi memicu perpecahan dan menggantinya dengan kerja nyata untuk membangun masa depan bersama.
“Tantangan generasi muda hari ini bukan sekadar memenangkan perdebatan yang berujung perpecahan, tetapi bagaimana memenangkan masa depan. Jangan terus kalian ribut untuk masa depan kalian, tetapi mari kita bangun masa depan untuk kita sebagai anak muda seluruh Indonesia, dari Miangas sampai Pulau Rote,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.