RM.id Rakyat Merdeka - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi pada Senin (14/9/2026) pukul 18.51 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 200 m di atas puncak atau ± 1.623 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas sedang ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 76 detik.
Baca juga : Gunung Semeru Erupsi 4 Kali Pagi Ini, PVMBG Perketat Zona Bahaya 13 Km
Terkait hal tersebut, Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana (PVMBG) menyampaikan lima rekomendasi. Berikut rinciannya:
1. Hindari Radius 3 Km Dari Pusat Kawah
Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
2. Waspada Longsoran Lava & Awan Panas
Baca juga : Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terdeteksi Lagi
Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok.
3. Jangan Lupa Pakai Masker
Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit, menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya. Tutup tempat penampungan air bersih, agar terhindar dari paparan abu vulkanik.
4. Koordinasi Dengan Pos Pengamatan
Baca juga : Gunung Anak Krakatau Batuk-Batuk, Durasi 17 Detik
Pemerintah Daerah dan masyarakat diimbau agar berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
5. Pastikan Informasi Resmi
Perkembangan aktivitas serta rekomendasi teknis G. Ili Lewotolok dapat juga dipantau melalui aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id) dan media sosial Badan Geologi, serta website Badan Geologi (www.geologi.esdm.go.id).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.