RM.id Rakyat Merdeka - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penurunan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Provinsi Lampung dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) per Senin (21/9/2026) pukul 18.30 WIB.
Penurunan tingkat aktivitas itu dilakukan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh.
Terkait hal tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.
Baca juga : Heboh Kawah Anak Krakatau Mirip Telur Ceplok, Ini Penjelasan Ahli
"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang. Jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," imbau Badan Geologi dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Badan Geologi akan mengevaluasi tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala, atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.
Tingkat aktivitas dan rekomendasi Gunungapi Anak Krakatau pada Level II (Waspada) ini tetap berlaku selama surat/laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan.
Baca juga : Tabur Bunga, Penghormatan untuk Jurnalis dan Awak Kapal Hilang
Untuk mengetahui informasi terkait Gunung Anak Krakatau, masyarakat dapat menghubungi Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat) atau Pos Pengamatan Gunung Krakatau (0254) 651449 atau 085846324506 di Pasauran (Provinsi Banten).
Masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunungapi Anak Krakatau melalui aplikasi/website Magma Indonesia (https://magma.esdm.go.id), dan media sosial Badan Geologi (Facebook, X, dan Instagram), serta website Badan Geologi (https://www.geologi.esdm.go.id).
Baca juga : Polda Banten Dampingi Keluarga Korban Arupadatu Tabur Bunga di Selat Sunda
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.