Dark/Light Mode

5 Jurnalis Belum Ketemu, Kapal Virgo Hilang Kontak

Musibah Di Laut Kembali Terjadi

Senin, 14 September 2026 07:50 WIB
Petugas gabungan mengevakuasi penumpang kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang tiba menggunakan kapal MV Haida di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma)
Petugas gabungan mengevakuasi penumpang kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang tiba menggunakan kapal MV Haida di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma)

RM.id  Rakyat Merdeka - Musibah di laut kembali terjadi di tengah pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal di perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang dilaporkan hilang kontak setelah menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan, Kapal Virgo dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 04.10 WIB, Minggu (13/9/2026), saat berada di perairan Masalembo, Laut Jawa. "Jarak tempuh 80 NM (mil laut) dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin," ujar Syafii dalam keterangan, Minggu (13/9/2026).

Berdasarkan manifes, kapal ro-ro penumpang berbendera Indonesia dengan tonase 8.540 GT itu membawa 243 orang, terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Kapal juga mengangkut 89 kendaraan.

Baca juga : BGN Minta Maaf, Fokus Tangani Korban

Sekitar pukul 01.00 WIB, Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin melaporkan menghadapi cuaca buruk. Tiga jam kemudian, GM Virgo Transport 8 melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Banjarmasin.

Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.30 WIB memberangkatkan satu tim menggunakan KN SAR Laksmana 241 dari Dermaga SAR Basirih menuju lokasi terakhir kapal. Estimasi perjalanan lima jam.

Basarnas Command Center (BCC) juga mengirimkan broadcast radio kepada kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut serta SAR MAP sebagai dasar pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan. Basarnas mengerahkan tim dari Kantor SAR Banjarmasin, helikopter SAR, armada pencarian KRI TNI AL, Polairud, serta unsur SAR lainnya.

Baca juga : Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Integrasi BRI, Pegadaian dan PNM Berhasil Mendorong Jutaan UMKM Naik Kelas dalam Ekosistem Ekonomi Kerakyatan Terbesar

Pada siang hari, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana menyatakan, Kapal Virgo Transport 8 tenggelam. Hingga pukul 15.00 WITA, sebanyak 113 orang telah dievakuasi ke empat kapal di sekitar lokasi. Sebanyak 107 orang selamat, sedangkan enam orang meninggal dunia.

MT Mauhau mengevakuasi 16 orang, TB TCP enam orang, MV Haida 69 orang, dan KM Cahaya Bahari Jaya 22 orang. Sebanyak 130 orang lainnya masih hilang dan dalam pencarian tim SAR.

MT Mauhau yang mengevakuasi 16 orang merupakan kapal tanker milik PT Pertamina Patra Niaga. Kapal tersebut sedang berlayar dari Banjarmasin menuju Tuban ketika menerima informasi kejadian melalui radio VHF.

Baca juga : Ruangannya Digeledah KPK, Sekda Banyumas Diduga Tahu Kasus Korupsi Unsoed

Posko operasi SAR didirikan di kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Tanjung Perak Surabaya. Keluarga penumpang dan awak kapal berdatangan ke kedua posko tersebut. Putu mengatakan, kondisi cuaca menjadi tantangan dalam proses pencarian. Berdasarkan laporan nakhoda KN SAR Laksmana, tinggi gelombang di lokasi kejadian berkisar 2 hingga 2,5 meter. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor