BREAKING NEWS
 

Update Karhutla: Riau Nol Hotspot, Kalsel Dan Sumsel Belum Padam

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 28 September 2026 07:35 WIB
Personel Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Muara Baru, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Jumat (25/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hma)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus dilakukan Pemerintah. Berdasarkan laporan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Riau sudah nihil hotspot, sedangkan titik api di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Sumatera Selatan (Sumsel) masih belum padam.

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kemenhut hingga Sabtu (26/9/2026) pukul 21.15 WIB, terdeteksi 331 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional. Jumlah itu meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 213 titik.

Di enam provinsi prioritas, Kalsel menjadi penyumbang terbanyak dengan 40 hotspot, disusul Sumsel 38 titik, Kalimantan Tengah (Kalteng) 30 titik, Kalimantan Barat (Kalbar) dua titik, dan Jambi satu titik. Sementara Riau nihil hotspot high confidence.

Dengan demikian, total hotspot di enam provinsi prioritas mencapai 111 titik. Kalsel dan Sumsel menjadi wilayah yang masih mendapat perhatian dalam pengendalian karhutla.

Meski hotspot di Riau nihil, upaya pemadaman masih dilakukan di Kabupaten Indragiri Hulu. Sementara itu, kondisi udara di sekitar Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, relatif normal dengan cuaca berawan, jarak pandang sekitar lima kilometer, dan kualitas udara kategori sedang.

Baca juga : Bupati Gowa Terjerat Empat Kasus Korupsi

Kondisi berbeda terjadi di Palangkaraya, Kalteng. Manggala Agni Daops Kalimantan I melaporkan cuaca berasap dengan jarak pandang sekitar 150 meter dan kualitas udara masuk kategori berbahaya.

“Untuk kualitas udara di Kota Palangkaraya pada hari ini berbahaya. Mohon agar masyarakat selalu menggunakan masker dalam beraktivitas,” ujar petugas Manggala Agni, Hanif, seperti dilansir dari Instagram Kemenhut, Minggu (27/9/2026).

Tim juga masih melakukan pemadaman darat di Kelurahan Sabaru, Panarung, dan Marang.

Di Kalbar, kondisi Sintang membaik setelah diguyur hujan deras dan tidak dilaporkan adanya karhutla. Namun, kabut masih terlihat di Kecamatan Rasau, Kubu Raya, dengan jarak pandang 500–600 meter dan kualitas udara kategori berbahaya.

Adsense

Di Pontianak, jarak pandang satu hingga dua kilometer, tetapi kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga : Neni Nur Hayati: DKPP Tak Perlu Jadi Lembaga Pidana

Sementara itu, di Sumsel, kabut asap masih terpantau di Palembang dengan jarak pandang sekitar 3,3 kilometer. Kondisi tersebut belum mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Di Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, jarak pandang bahkan hanya sekitar 50 meter.

Kemenhut menyebut pengendalian karhutla terus dilakukan melalui operasi darat dan udara. Pemerintah menyiagakan 61 armada udara, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca serta 44 unit untuk water bombing.

“Upaya OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) atau hujan buatan terus diupayakan oleh tim gabungan BNPB, BMKG, dan TNI AU,” tulis Kemenhut, dikutip dari akun Instagramnya, Minggu (27/9/2026).

Dari sisi kualitas udara, sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kategori baik hingga sedang. Namun, sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Kemenhut mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

62 Hektare Terbakar

Baca juga : Agus Supriyadi: Kami Sangat Setuju Peran DKPP Diperkuat

Terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 62 hektare lahan terbakar di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (26/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026). Karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Bali, dan Jawa Timur.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, kebakaran di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menghanguskan tiga hektare lahan. Penyebabnya masih dalam penyelidikan.

Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, lahan seluas 20 hektare terbakar. Api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan. Sementara di Karangasem, Bali, sebanyak 30 hektare lahan terbakar dan berhasil dipadamkan.

Sedangkan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kebakaran menghanguskan empat hektare lahan di kawasan Singolangu dan lima hektare di hutan rakyat Gunung Bancak. Api di Gunung Bancak berhasil dipadamkan.

“Masyarakat juga diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, angin kencang, dan banjir dengan memperhatikan informasi serta peringatan dini dari pemerintah dan pihak berwenang,” ujar Berton dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026). [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense