RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin di Federal Palace, Bern, Swiss, Senin (28/9/2026), untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang infrastruktur. Pertemuan itu juga membahas peluang investasi, transfer pengetahuan, dan pengembangan teknologi untuk sejumlah sektor strategis Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Menko AHY menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada Parmelin sekaligus mengingat kembali pertemuan keduanya di Jakarta pada tahun sebelumnya. “Merupakan kehormatan bagi saya untuk kembali bertemu dengan Yang Mulia setelah pertemuan kita di Jakarta tahun lalu,” ujar AHY dalam siaran pers yang diterima RM.ID, Selasa (29/9/2026).
Ketua Umum Partai Demokrat ini mengatakan pemerintahan Prabowo tengah memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi, sembari meningkatkan konektivitas serta pemerataan pembangunan antarwilayah. Menurut dia, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu penopang agenda tersebut karena berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Baca juga : Airlangga Ungkap Jurus RI Kejar Ekonomi 8% Pada 2029
Kerja sama Indonesia-Swiss dalam pertemuan itu diarahkan pada tiga bidang utama, yakni pengelolaan air dan air limbah terpadu; pembangkit listrik tenaga air (hydropower), penyimpanan energi, serta penguatan ketahanan sistem energi; dan transportasi serta infrastruktur perkotaan yang rendah karbon dan tangguh.
AHY menilai kedua negara memiliki kapasitas yang dapat saling melengkapi dalam mengembangkan sektor-sektor tersebut. Swiss memiliki keunggulan dalam inovasi, teknologi maju, pembiayaan, dan kelembagaan, sedangkan Indonesia memiliki pasar yang besar, pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, serta posisi strategis di kawasan ASEAN.
“Swiss memiliki keunggulan dalam inovasi, teknologi maju, keahlian pembiayaan, dan kelembagaan yang kuat. Sementara Indonesia memiliki skala yang besar, pasar yang terus tumbuh, serta posisi strategis di kawasan ASEAN,” tuturnya.
Baca juga : Swiss Pesta Gol, Slovenia Dan Skotlandia Berbagi Angka
Presiden Parmelin menyambut arah kerja sama yang ditawarkan Indonesia dan menyatakan kesiapan Swiss melanjutkan pembahasan mengenai dukungan terhadap sektor pembangunan strategis. Dukungan tersebut mencakup penguatan kerja sama teknologi, pengetahuan, dan investasi.
AHY berharap pembicaraan tingkat tinggi tersebut segera diterjemahkan menjadi sejumlah agenda konkret melalui mekanisme bilateral yang sudah tersedia. Ia mengusulkan kedua negara memilih beberapa inisiatif prioritas sekaligus menetapkan pihak yang bertanggung jawab untuk memastikan tindak lanjutnya.
“Saya percaya langkah praktis berikutnya adalah kedua tim mengidentifikasi sejumlah kecil inisiatif prioritas, menentukan focal point yang tepat, dan menggunakan mekanisme bilateral yang telah tersedia untuk menindaklanjutinya,” tambahnya.
Baca juga : 1 Dolar Kembali Dekati Rp 18.000, Airlangga: Kita Monitor
Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss I Gede Ngurah Swajaya, Deputi Infrastruktur Dasar Nazib Faizal, Staf Khusus Menko Herzaky Mahendra Putra, Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Ahmad Khoirul Umam, serta Tenaga Ahli Menko Mira Permatasari dan Diska Putri Pamungkas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.