Dark/Light Mode

Setelah Beras, Bawang Juga Ekspor: Sektor Pangan Membanggakan

Senin, 14 September 2026 08:41 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan (berkemeja putih) melepas ekspor bawang merah dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS), Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (13/9/2026). (Foto: Dok. Kemenko Pangan)
Menko Pangan Zulkifli Hasan (berkemeja putih) melepas ekspor bawang merah dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS), Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (13/9/2026). (Foto: Dok. Kemenko Pangan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sektor pangan terus menunjukkan hasil membanggakan. Setelah beras menembus pasar Malaysia, kini giliran bawang merah yang diekspor ke pasar Thailand.

Pelepasan ekspor bawang merah dilakukan Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS), Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (13/9/2026).

“Alhamdulillah bawang merah kita sudah bisa ekspor. Tentu kalau ekspor harga lebih bagus, pengusaha untung dan petaninya akan lebih makmur lagi,” ujar Zulhas.

Selain Thailand, bawang merah juga telah merambah sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara. Di antaranya Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Brebes menjadi salah satu sentra utama bawang merah nasional dengan menyumbang sekitar 20 persen produksi nasional dan sekitar 60 persen produksi Jawa Tengah, dengan luas tanam rutin 30.000–35.000 hektare dan produksi sekitar 300.000–350.000 ton per tahun.

Zulhas mengatakan, kemampuan menembus pasar ekspor menunjukkan produksi bawang merah dalam negeri semakin kuat. Pemerintah mendorong agar peningkatan produksi diikuti dengan perluasan pasar.

“Kita bersyukur kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah terpenuhi. Sekarang kita dorong agar produksi terus meningkat sehingga petani mendapatkan pasar yang lebih luas dan harga yang lebih baik, termasuk pasar ekspor,” ujar Ketua Umum PAN ini.

Baca juga : Rakyat Kecil Dapat Bansos & Subsidi, Kelas Menengah Juga Baiknya Diperhatikan

Menurut Zulhas, kepastian pasar menjadi bagian penting dalam menjaga semangat petani untuk terus meningkatkan produksi. Jangan sampai hasil panen melimpah, tetapi tidak terserap pasar.

“Karena itu, Pemerintah hadir memastikan ada pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Keberhasilan ekspor bawang merah ini menambah capaian positif sektor pertanian. Pertengahan Agustus lalu, Indonesia mengekspor 1.000 ton beras ke Malaysia.

Dibahas di BRICS

Keberhasilan sektor pertanian ini diceritakan Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026, di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Dalam sesi pertemuan bertema Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth, Prabowo menegaskan, Indonesia telah mengalami perubahan penting dari negara yang selama bertahun-tahun bergantung pada impor sejumlah komoditas pangan menjadi negara yang mulai mampu melakukan ekspor.

“Kini, kita telah menjadi negara pengekspor dan ke depan kita akan mampu meningkatkan kontribusi serta dukungan bagi dunia,” ujar Prabowo.

Ia mengungkap, perubahan tersebut tidak hanya penting bagi ketahanan pangan dalam negeri di Indonesia, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk mengambil peran dalam rantai nilai global.

“Ini dapat menjadikan sektor pangan dan perdagangan komoditas biji-bijian sebagai sebuah peluang, sekaligus memperkuat posisi kita dalam rantai nilai global,” kata Prabowo.

Baca juga : Bromo Kebakaran Lagi, Padang Savana dan Bukit Teletubbies Hangus

Di hadapan para pemimpin negara BRICS, Prabowo menekankan pentingnya membangun konektivitas rantai pasok antarnegara anggota BRICS. Menurutnya, BRICS sebenarnya telah memiliki kekuatan rantai pasok yang besar. 

“Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya, sehingga kekuatan yang sudah kita miliki ini dapat menghasilkan nilai yang lebih besar bagi kita semua,” ujarnya.

Prabowo kemudian menawarkan langkah konkret berupa penguatan industrialisasi bersama di antara negara-negara BRICS. “Mari kita melakukan industrialisasi bersama. Mari kita mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama,” ajak Prabowo.

Capaian Swasembada

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut, Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas strategis. Selain beras dan bawang, Indonesia juga sudah sukses swasembada jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam, cabe besar, dan cabe rawit.

Satu komoditas yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah bawang putih. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, Pemerintah akan memperkuat produksi bawang putih secara bertahap.

“Jadi kita selesaikan satu-satu, nggak bisa sekaligus. Karena kalau anggaran dibagi rata, itu biasanya tidak ada yang jadi,” ujar Amran.

Untuk tahun depan, Amran memastikan sektor hortikultura mendapat perhatian lebih besar. Sejumlah komoditas menjadi prioritas, terutama bawang putih, cabe, dan bawang merah.

Baca juga : Jangan Hilangkan Esensi Demokrasi, Jabatan Kades Harus Dibatasi

Tak hanya memperkuat produksi, Kementan juga mendorong perguruan tinggi ikut terlibat dalam pengembangan pertanian modern. Kampus dapat berkolaborasi dengan Pemerintah untuk memanfaatkan lahan dan bibit.

Amran mengatakan, Kementan telah menyiapkan lahan serta sejumlah bibit komoditas, seperti kakao, jambu mete, dan jagung. Bibit tersebut dapat diberikan secara gratis untuk mendukung pengembangan pertanian.

“Tunjuk saja tanahnya kita siapkan pendanaannya,” kata Amran, saat mengunjungi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Amran, kerja sama tersebut tidak harus berhenti pada kegiatan akademik. Pihaknya mendorong mahasiswa untuk mengembangkan usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja dari sektor pertanian.

“Kalau kita tanam 2-3 hektare atau 5 hektare apalagi kopi, kakao, itu penghasilannya di atas pegawai negeri yang baru diterima. Bahkan ada yang ikut pertanian modern itu pendapatannya Rp 20 juta, di atas gaji menteri,” ungkapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor