Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 50% Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan
- Masinis KA Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Maut di Bekasi
- RUU Perampasan Aset, Gerindra: Harus Ada Ganti Rugi untuk Korban Salah Sita
- Jutaan Hektare Lahan Rusak di Kalimantan Ternyata Masih Bisa Dipulihkan
- Mega Terharu dengan Perhatian Prabowo Takziah atas Wafatnya Guruh
Airlangga Ungkap Jurus RI Kejar Ekonomi 8% Pada 2029
Selasa, 29 September 2026 14:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen pada 2029, di tengah ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mengoptimalkan bauran kebijakan dengan menempatkan kebijakan fiskal sebagai katalis, kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembiayaan perbankan, serta peran Danantara dan sektor swasta dalam mempercepat investasi.
"Untuk tahun 2027, kami menargetkan pertumbuhan sebesar 6,0 persen, inflasi 2,5 persen. Tiga kondisi harus terpenuhi yakni pertumbuhan investasi yang melampaui pertumbuhan PDB, produktivitas per pekerja yang lebih tinggi, dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi dengan dukungan logistik yang efisien," kata Airlangga dalam acara HSBC Summit 2026: Mobilising Growth In a New Global Order, Selasa (29/9/2026).
Baca juga : Dibeberkan Destry di DPR, Ekonomi Tumbuh Kuat
Menurut Airlangga, penguatan mesin pertumbuhan ekonomi akan diarahkan pada sejumlah sektor strategis, antara lain kendaraan listrik, digitalisasi, semikonduktor, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), pertanian, dan energi.
Untuk menopang strategi tersebut, pemerintah menyiapkan empat langkah utama, yakni deregulasi dan debottlenecking, penguatan investasi dan pembiayaan, peningkatan produktivitas serta keterampilan tenaga kerja, dan perluasan akses pasar melalui diplomasi ekonomi.
Deregulasi dan debottlenecking dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Sementara peningkatan kualitas tenaga kerja antara lain ditempuh melalui program magang bagi 150.000 peserta dan 220.000 lulusan vokasi.
Baca juga : Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi
Dari sisi perdagangan, pemerintah juga terus memperluas akses pasar global. Saat ini sebanyak 25 perjanjian perdagangan telah diimplementasikan, sedangkan 13 perjanjian lainnya masih dalam tahap negosiasi.
Airlangga mengatakan penguatan investasi menjadi salah satu kunci untuk mencapai target pertumbuhan tersebut. Realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai sekitar Rp 1.010 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menciptakan 1,4 juta lapangan kerja.
Pemerintah juga memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi dan peningkatan kepastian layanan, termasuk penerapan Service Level Agreement (SLA) untuk mempercepat proses persetujuan dan perizinan berbasis risiko.
Baca juga : Ini Strategi Suahasil Capai Ekonomi 6 Persen
Selain itu, Satuan Tugas Deregulasi telah menyelesaikan 135 dari 177 pengaduan terkait berbagai kendala regulasi dan investasi.
Airlangga menambahkan ketahanan energi dan transformasi digital menjadi dua fondasi penting dalam memperkuat perekonomian nasional. Ekonomi digital Indonesia saat ini mendekati 100 miliar dolar AS, sedangkan kebutuhan tenaga digital diperkirakan mencapai sekitar 9 juta orang hingga 2030.
"Angka semata tidak menciptakan kemakmuran, yang terpenting adalah mengubah investasi, teknologi, dan reformasi menjadi lapangan kerja, produktivitas, dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kita," ujar Airlangga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya