RM.id Rakyat Merdeka - Belum genap dua tahun berdiri, Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah sudah tiga kali berganti kepala. Dari Angga Raka Prabowo, Muhammad Qodari, hingga kini Syahganda Nainggolan. Pergantian pucuk pimpinan yang berlangsung relatif cepat itu, memunculkan pertanyaan: ada apa dengan tim komunikasi pemerintah?
Pergantian pucuk pimpinan Bakom dilakukan berbarengan dengan pelantikan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jumat (2/10/2026) di Istana Negara, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Syahganda Nainggolan menggantikan Muhammad Qodari.
Selain itu, Prabowo juga menunjuk Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom. Pengangkatan keduanya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026. Qodari selanjutnya mendapat tugas baru sebagai Sekretaris merangkap anggota Wantimpres.
Diketahui, Syahganda menjadi orang ketiga yang memimpin Bakom, sejak lembaga itu berubah nama dari Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO). Lembaga ini awalnya dibentuk pada era Presiden ke-7 Jokowi. Hasan Nasbi menjadi orang pertama yang dipercaya memimpin PCO dan dilantik pada 19 Agustus 2024.
Ketika Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024, Hasan tetap dipercaya memimpin lembaga komunikasi tersebut. Namun, masa jabatannya berakhir pada September 2025.
Pada 17 September 2025, Prabowo mengganti Hasan dengan Angga Raka Prabowo. Saat itu Angga juga menjabat Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.
Bersamaan dengan pergantian tersebut, nomenklatur lembaga berubah. Dari Kantor Komunikasi Kepresidenan menjadi Badan Komunikasi Pemerintah.
Baca juga : Influenza A Beda Dengan Covid, Masyarakat Tak Usah Panik
Belum genap tujuh bulan memimpin Bakom, Angga kembali diganti. Pada 27 April 2026, Prabowo melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Bakom menggantikan Angga melalui Keppres Nomor 52/P Tahun 2026.
Angga tetap berada di pemerintahan dan melanjutkan tugasnya sebagai Wamen Komdigi.
Qodari pun hanya sekitar lima bulan memimpin Bakom. Pada 2 Oktober 2026, Prabowo kembali melakukan pergantian dan menunjuk Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom.
Dengan demikian, sejak lembaga komunikasi pemerintah dibentuk pada 2024, sudah empat sosok yang menduduki posisi pucuk pimpinan.
Pesan Presiden
Setelah dilantik, Syahganda mengungkapkan arahan Prabowo mengenai tugas Bakom ke depan. Komunikasi pemerintah, kata dia, tidak hanya bertugas menyampaikan program kepada masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat persatuan nasional.
“Arahan Presiden yang disampaikan beliau itu adalah bagaimana caranya komunikasi ini menjadi alat persatuan nasional,” kata Syahganda usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Menurut Syahganda, masyarakat relatif lebih mudah memahami program pemerintah yang sudah berjalan. Tantangan yang lebih besar adalah menjelaskan gagasan dan pemikiran yang menjadi dasar kebijakan Presiden.
Baca juga : 7 Oktober Disidang, Febrie Hadapi Dakwaan Berlapis
“Karena yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran?” ujarnya.
Syahganda menyebut pemikiran Prabowo yang hendak dikomunikasikan kepada masyarakat merupakan gagasan yang berangkat dari konstitusi. “Pikiran-pikiran beliau itu adalah pikiran-pikiran konstitusional. Dan itu penting sampai rakyat tahu semua,” tegasnya.
Selain itu, Bakom akan memberi perhatian terhadap perkembangan algoritma dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurut Syahganda, perkembangan teknologi tersebut menjadi tantangan baru dalam komunikasi pemerintah.
Karena itu, dia membuka kemungkinan membentuk tim khusus untuk mempelajari perkembangan algoritma dan AI. “Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok atau tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat,” sebutnya.
Dia juga menyoroti potensi distorsi pesan pemerintah di tengah perkembangan teknologi AI. “Jadi, pikiran-pikiran Presiden menurut saya selama ini banyak didistorsi. Distorsi oleh kekuatan AI itu,” katanya.
Komunikasi pemerintah ke depan, lanjut dia, akan mengombinasikan program yang sudah berjalan dengan perkembangan teknologi. “Dengan kehadiran saya dan Pak Fadli Tri Hartono, kita akan mengombinasikan dengan teknologi yang berkembang sekarang ini,” pungkasnya.
Peneliti Lembaga Survei Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, pergantian pimpinan Bakom sebagai bagian dari upaya memastikan lembaga tersebut menjalankan fungsi komunikasi pemerintah secara maksimal. “Tak heran jika Syahganda yang dipercaya jadi Kepala Bakom baru. Pengalamannya sebagai aktivis senior diharapkan bisa memaksimalkan fungsi komunikasi pemerintah dengan bahasa yang merakyat dan membumi,” tutur Adi kepada Rakyat Merdeka, Jumat (2/10/2026).
Baca juga : Usut Kasus Pencucian Uang, KPK Geledah BAKD Dan Dinas Perdagangan Madiun
Sementara itu, Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai, terdapat persoalan dalam soliditas dan komunikasi tim pemerintah sebelumnya. Dia mengapresiasi langkah Prabowo menunjuk Syahganda.
“Ada masalah dengan tim komunikasi pemerintah, tapi kali ini kelihatannya tak lagi mengakomodir pihak tertentu dalam pengisian jabatan, dalam hal ini Bakom,” kata Fernando.
Menurut Fernando, Bakom ke depan harus menjadi bagian yang melekat dengan Presiden Prabowo dan diposisikan sebagai badan strategis. Dengan begitu, informasi mengenai kebijakan pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
Bakom juga dinilai perlu memberikan masukan kepada Presiden mengenai poin-poin penting yang akan disampaikan dalam setiap kesempatan. Namun, Fernando mengingatkan bahwa persoalan komunikasi pemerintah tidak hanya dapat dilihat dari sisi lembaga komunikasinya.
“Namun selain komunikasi, tentunya perbaikan kinerjanya dari pemerintah juga harus ditingkatkan,” ujarnya.
Pergantian Syahganda diharapkan menjadi momentum baru bagi Bakom untuk memperkuat koordinasi komunikasi pemerintah. Terlebih, lembaga tersebut kini mendapat mandat untuk tidak hanya menyampaikan program, tetapi juga menjembatani pemikiran dan arah kebijakan Presiden kepada masyarakat. [UMM/FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.