Sebelumnya
Di Nunukan, dia kembali mengingatkan bahwa kemampuan tempur dan kemampuan pembangunan harus berjalan bersamaan. Prajurit diwajibkan menguasai menembak, patroli taktis, dan bela diri. Di saat yang sama, mereka dibekali keterampilan pertanian, peternakan, konstruksi, dan kesehatan.
“Sebagai batalyon teritorial pembangunan, prajurit dilengkapi peralatan dan keterampilan. Tujuannya agar rakyat di sekelilingmu merasa aman dan merasa nyaman atas kehadiran prajurit,” kata Sjafrie.
Keterampilan itu, menurut dia, bukan sekadar pelengkap tugas militer. Pertanian dan peternakan dapat membantu masyarakat, sementara kemampuan kesehatan dan konstruksi dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan warga di sekitar satuan.
Dengan cara itu, keberadaan prajurit di perbatasan tidak berhenti pada penjagaan wilayah. Mereka diharapkan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kekuasaan, sekaligus menjadi benteng pertama ketika kedaulatan negara menghadapi ancaman.
Baca juga : 105 Unit Ranpur Amfibi Buatan AS Perkuat Korps Marinir
Sjafrie juga mengingatkan para prajurit untuk memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Disiplin menjadi garis yang tidak boleh ditawar. Ia secara khusus mengingatkan agar prajurit menjauhi judi online, minuman keras, dan narkoba serta senantiasa patuh kepada komando pimpinan.
“Orang tua kalian adalah rakyat Indonesia, orang tua kalian sudah mewakafkan kalian untuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia. Tugas prajurit hanya satu: menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membuat rakyat Indonesia aman dan nyaman,” ujar dia.
Empat lokasi yang menjadi sasaran kunjungan Menhan berada di kawasan perbatasan, tetapi tidak semuanya memiliki status sebagai daerah tertinggal. Ini penting dibedakan karena istilah kawasan perbatasan dan daerah tertinggal bukanlah dua hal yang sama.
Nunukan dan Malinau merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia. Adapun Bulungan dan Tana Tidung berfungsi sebagai wilayah penyangga kawasan perbatasan, dengan akses sungai dan laut yang memiliki arti strategis bagi pertahanan.
Baca juga : Indonesia-Australia Makin Lengket, Sepakat Jaga Kawasan Tetap Adem
Bulungan, tempat ibu kota Provinsi Kalimantan Utara berada di Tanjung Selor, tidak masuk kategori daerah tertinggal. Tana Tidung juga tidak tercatat sebagai kabupaten tertinggal dalam daftar nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020.
Nunukan dan Malinau pernah masuk dalam kategori daerah tertinggal. Namun, keduanya telah mengalami perkembangan sarana, prasarana, dan perekonomian sehingga keluar dari daftar daerah tertinggal berdasarkan evaluasi pemerintah.
Di Kalimantan Utara, garis perbatasan itu membentang panjang. Jalan, sungai, hutan, kampung, dan pusat-pusat permukiman menjadi bagian dari lanskap yang harus dijaga. Karena itu, kehadiran satuan militer permanen memiliki arti lebih luas daripada sekadar keberadaan pasukan.
Kunjungan Sjafrie pada Jumat dan Sabtu itu seperti menegaskan kembali pesan tersebut. Di Bulungan, para prajurit menyambutnya dengan lagu dan hentakan sepatu lars. Di Nunukan, mereka mendengar kembali perintah yang sama: bersiap menghadapi ancaman, menjaga disiplin, dan memastikan masyarakat merasa aman.
Baca juga : Dubes Jess Dutton Pamit Ke Menhan Sebelum Pulang Kampung
Dari Tanjung Selor hingga Sebuku, prajurit YTP ditempatkan bukan hanya untuk melihat jauh ke depan, ke arah batas negara. Mereka juga dituntut menoleh ke samping—kepada rakyat yang hidup di sekeliling mereka.
Sebab di kawasan perbatasan, pertahanan tidak hanya dibangun dari senjata. Ia juga tumbuh dari rasa aman, kedekatan dengan masyarakat, dan keyakinan bahwa negara hadir di tempat yang paling jauh sekalipun.
Pada kunjungan tersebut, Sjafrie didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E; Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, serta Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si. Kunjungan ke Kalimantan Utara itu menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung kesiapan satuan sekaligus kondisi prajurit yang ditempatkan di kawasan strategis perbatasan Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.