BREAKING NEWS
 

Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Dinilai Progresif

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 9 Oktober 2026 19:36 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan. (Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Kuntadi mendapat apresiasi dari pengamat politik.

Meski belum genap tiga bulan menjabat, Kuntadi dinilai progresif dalam mengusut perkara korupsi berskala besar, termasuk yang melibatkan korporasi, serta mendorong pemulihan kerugian negara.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Iwan Setiawan menilai, pendekatan Kuntadi yang cenderung bekerja senyap tanpa banyak tampil di media justru menunjukkan fokus pada penanganan perkara dan hasil nyata.

“Saya kira kinerja Jampidsus Kuntadi sangat progresif, berani menyasar sektor sumber daya alam, mengusut perkara yang melibatkan korporasi besar yang selama ini tidak tersentuh, termasuk perkara TPPU,” kata Iwan, Jumat (10/10/2026).

Ia mencontohkan sejumlah perkara yang belakangan ditangani Jampidsus. Salah satunya dugaan manipulasi pajak PT Toba Pulp Lestari (TPL) dengan perkiraan kerugian negara mencapai Rp 2 triliun.

Dalam perkara tersebut, Kejagung telah menetapkan PT TPL dan sejumlah pihak sebagai tersangka.

Baca juga : Disidang Perdana, Febrie Teken Perjanjian Tak Akan Nyuap Hakim

Iwan menilai, penanganan perkara ini menunjukkan keberanian penegak hukum dalam mengusut dugaan pelanggaran yang melibatkan korporasi besar.

Perkara lainnya adalah dugaan korupsi terkait nikel PT Ceria Nugraha Indotama, yang disebut berhasil memulihkan kerugian negara sebesar Rp 4.401,6 miliar.

Selain itu, terdapat dugaan korupsi tata kelola PT Minyak dan Gas Bumi (Perseroda) Kota Bekasi dalam kerja sama operasi (KSO), dengan nilai kerugian negara yang disebut mencapai Rp 2 triliun.

“Banyak lagi kasus lain yang menyeret korporasi serta pejabat kementerian atau pejabat daerah dengan nilai kerugian fantastis. Termasuk korupsi kawasan hutan di mana ribuan hektare berhasil dikuasai kembali oleh negara,” tuturnya.

Adsense

Menurut Iwan, pendekatan Kuntadi dalam menangani perkara korupsi lebih mengutamakan ketelitian, proses yang sistematis, dan hasil yang terukur ketimbang mengejar sensasi atau popularitas di media.

“Tidak hanya bermodal keberanian, dia punya pendekatan komprehensif tentang bagaimana menangani tindak pidana korupsi serta memaksimalkan penyelamatan keuangan negara,” jelasnya.

Baca juga : Jaksa Ungkap Febrie Cuci Uang Rp 353 Miliar Pakai 29 Perusahaan

Iwan menilai, pendekatan tersebut penting untuk membantu memulihkan kepercayaan publik terhadap Kejagung.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan konsistensi dalam penegakan hukum, bukan sekadar pertunjukan yang menarik perhatian.

“Dan itu harus ditunjukkan dengan kerja nyata, bukan kata-kata, bukti bukan sensasi,” tegasnya.

Iwan meminta masyarakat turut mengawasi kinerja Kejagung dan memberikan masukan yang konstruktif.

Iwan mengaku belum pernah mendengar rekam jejak kontroversial yang menurutnya menodai integritas Kuntadi.

Ia menggambarkan mantan Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejagung itu sebagai sosok sederhana, kalem, dan tidak gemar mencari perhatian.

Baca juga : Usai Didakwa Peras Rp 55 Miliar dan TPPU Rp 353,9 Miliar, Febrie Salami JPU

“Sekelas dia rumahnya di gang sempit, catatan LHKPN kekayaannya cuma Rp 3,6 miliar, dan itu fakta,” tuturnya.

Menurut Iwan, pengalaman Kuntadi di berbagai posisi strategis di lingkungan kejaksaan menjadi bagian dari rekam jejak profesionalnya.

Ia pernah menjabat kepala kejaksaan negeri (Kajari), Direktur Penyidikan Jampidsus, kepala kejaksaan tinggi (Kajati), hingga Kepala BPA Kejagung.

“Dia memang sosok tangguh, punya kapasitas dan integritas,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense