BREAKING NEWS
 

Rumah Hangus, 1.673 Penerbangan Delay

Karhutla Makin Melebar

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 13 Oktober 2026 07:40 WIB
Permukiman padat penduduk di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terbakar api rambatan karhutla pada Sabtu malam (10/10/2026). (Foto: Instagram/kantorsar_pangkalpinang)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin meluas dan menimbulkan dampak serius di berbagai wilayah Indonesia. Selain menghanguskan ratusan rumah dan memaksa ribuan warga mengungsi, kabut asap juga mengganggu 1.673 penerbangan domestik.

Berdasarkan data Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), tercatat 12.183 deteksi titik panas di 33 provinsi selama 1–12 Oktober 2026.

Kalimantan Tengah mencatat deteksi titik panas terbanyak, yakni 3.268 titik, disusul Papua Selatan sebanyak 2.921 titik dan Sumatera Selatan 2.376 titik. Sejumlah kebakaran di Sumatera Selatan dilaporkan belum tertangani, antara lain di Kabupaten Ogan Ilir dan Musi Banyuasin.

Tim Manggala Agni Kemenhut Daops Kalimantan I Palangka Raya, Hanif mengatakan, kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut. Jarak pandang bahkan kurang dari 200 meter, sementara kualitas udara masuk kategori berbahaya.

Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Hanif juga meminta dukungan masyarakat agar kondisi cuaca mendukung upaya penanggulangan kebakaran.

“Mohon maaf jika asap masih dirasakan masyarakat, mohon doa agar kondisi cuaca mendukung dan penanggulangan dapat dilakukan,” ujarnya melalui akun Instagram Kemenhut, Senin (12/10/2026).

Baca juga : Kasus Dugaan Suap HGB, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron

Dampak karhutla juga meluas ke permukiman warga. Di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran lahan gambut menghanguskan 305 rumah semipermanen dan 50 gedung walet.

Angin kencang membuat api cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah warga. Ribuan warga terdampak terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Kepala Basarnas Bangka Belitung Mikel Rachman Junika menjelaskan, kebakaran terjadi pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 17.20 WIB. Api diduga bermula dari kebakaran lahan gambut seluas 8,3 hektare sebelum merambat ke kawasan permukiman.

Di tengah penanganan kebakaran, tim SAR gabungan mengevakuasi satu keluarga yang terjebak di sebuah pondok. Ibu dan anak tersebut ditemukan terisolasi akibat kepungan asap pekat.

“Mereka berada dalam kondisi terisolasi dengan kepungan asap pekat sisa kebakaran hebat,” ungkap Mikel, Senin (12/10/2026).

Adsense

Selain mengancam permukiman, kabut asap mengganggu transportasi udara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 1.673 penerbangan domestik terdampak selama 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026.

Baca juga : Serahkan Buku Karya Prabowo Ke LoC

Dari jumlah tersebut, 907 penerbangan mengalami pembatalan atau penundaan, 745 penerbangan mengalami keterlambatan, 15 penerbangan dialihkan ke bandara lain, dan enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, kabut asap memengaruhi jarak pandang di sejumlah bandara. Karena itu, operasional penerbangan harus tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

“Kami tidak akan berkompromi terhadap keselamatan. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, penundaan, maupun pengalihan,” kata Lukman dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Kemenhub terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, dan operator penerbangan untuk memantau situasi serta memastikan keselamatan operasional.

Dampak karhutla juga dilaporkan meluas ke negara tetangga. Malaysia, terutama Sarawak dan sejumlah wilayah Semenanjung Malaysia, menghadapi kabut asap, sementara Brunei Darussalam dan Singapura juga mengalami penurunan kualitas udara.

Pemerintah mengintensifkan penanganan karhutla melalui pengerahan personel darat dan udara. Manggala Agni bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dan dunia usaha.

Baca juga : Politik Uang Sama Jahatnya Dengan Perilaku Korupsi

Sebanyak 61 unit armada udara disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla. Sebanyak 17 unit digunakan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 44 unit lainnya dikerahkan untuk operasi water bombing.

Namun, pemadaman masih menghadapi kendala berupa luasnya wilayah terdampak, sulitnya akses menuju titik api, dan karakteristik lahan gambut. Kemenhut juga merespons keluhan relawan dan masyarakat yang menyatakan mundur dari upaya pemadaman di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan, kondisi lapangan menyulitkan upaya pemadaman. Kabut asap tebal juga membatasi jarak pandang sehingga operasi udara harus mempertimbangkan faktor keselamatan.

“Kami memahami beratnya kondisi yang dihadapi tim di lapangan, terutama karena luasnya wilayah terdampak, sulitnya akses menuju titik api, serta karakteristik lahan gambut yang menyebabkan kebakaran sulit dipadamkan,” kata Ristianto, Senin (12/10/2026).

Untuk membantu pemadaman, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah telah menguji coba cairan pemadam dari Brasil di Sumatera Selatan dan Kalimantan. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense