RM.id Rakyat Merdeka - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Barat mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui koordinasi lintas sektor, optimalisasi pencegahan dan pemadaman, serta pengawasan wilayah rawan kebakaran.
Upaya tersebut dinilai perlu diiringi penegakan hukum sesuai ketentuan dan perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap.
Data pemantauan Kementerian Kehutanan hingga 12 Oktober 2026 mencatat 147 titik panas berkepercayaan tinggi di Sumatera Selatan dan 227 titik di Kalimantan Tengah.
Kondisi ini menjadi perhatian dalam upaya pengendalian karhutla, termasuk kesiapan personel, sarana pemadaman, dan pelayanan bagi masyarakat terdampak.
Baca juga : Tangani Karhutla Tanjung Puting, Menhut Perkuat Kolaborasi Relawan
Direktur Eksekutif WALHI Kalbar, Sri Hartini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap wilayah konsesi, khususnya kawasan gambut dan area yang berulang kali mengalami kebakaran.
"Koordinasi lintas sektor dan pengawasan wilayah rawan perlu terus dioptimalkan untuk mencegah kebakaran berulang. Penanganan yang terpadu diharapkan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan," ujarnya.
Dalam aspek penegakan hukum, WALHI Kalbar mendorong agar setiap dugaan pelanggaran terkait pembakaran hutan dan lahan maupun pengelolaan lingkungan ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan.
Pemeriksaan perlu dilakukan berdasarkan bukti dengan mengedepankan proses hukum yang adil, objektif, transparan, dan tanpa diskriminasi.
Baca juga : Hujan Diprediksi Awal November, Menhut Raja Juli Maksimalkan OMC & Pasukan Darat
Pengawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas seluruh pihak dalam pengelolaan wilayah rawan karhutla.
Selain upaya pencegahan dan penegakan hukum, perlindungan kesehatan masyarakat dari paparan kabut asap juga perlu menjadi perhatian.
Kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan, membutuhkan perhatian khusus.
Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan diharapkan memastikan ketersediaan layanan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, edukasi pencegahan paparan asap, serta informasi kualitas udara yang mudah diakses masyarakat.
Baca juga : Tangani Karhutla Sebangau, Menhut Perkuat Strategi Putus Kepala Api
WALHI Kalbar menilai, keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, pelaku usaha, masyarakat, dan organisasi lingkungan penting untuk mendukung penanganan karhutla secara menyeluruh.
Melalui penguatan pencegahan, percepatan pemadaman, pengawasan, penegakan hukum sesuai ketentuan, dan pelayanan kesehatan yang responsif, pengendalian karhutla diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Langkah tersebut sekaligus mendukung perlindungan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan kepastian hukum bagi seluruh pihak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.