Dark/Light Mode

Tangani Karhutla Sebangau, Menhut Perkuat Strategi Putus Kepala Api

Selasa, 13 Oktober 2026 22:37 WIB
Foto: Kemenhut.
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah, dengan mengubah pendekatan pemadaman dari sekadar mengejar titik api menjadi memutus pergerakan api agar tidak meluas.

Langkah ini dilakukan melalui penambahan alat berat, pembangunan sumur bor, serta dukungan pemadaman dari udara.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan hal tersebut saat mengecek langsung proses pemadaman di KM 23 Taman Nasional Sebangau, Selasa (13/10/2026).

Pengecekan dilakukan bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran serta jajaran TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Raja Juli bersama rombongan mendatangi lokasi untuk melihat langsung upaya pemadaman yang dilakukan Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Baca juga : Menhut Perkuat Strategi Pemutusan Api di Sebangau

Ia mengatakan, pemerintah pusat dan daerah memiliki empati mendalam terhadap masyarakat yang terdampak asap selama beberapa bulan terakhir.

Karena itu, pemerintah terus melakukan langkah konkret di lapangan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.

“Bukan sama sekali kita lepas tangan, cuci tangan, sama sekali tidak. Tentu bisa dilihat di lapangan, Pak Gubernur, Pak Wali Kota, TNI Polri, Manggala Agni, Kemenhut. Teman-teman lihat itu bagaimana mata mereka? Sudah merah, sudah lelah tapi karena ini tugas mereka tetap ada di lapangan untuk bekerja secara real secara konkret,” ujar Raja Juli.

Dalam penanganan karhutla di Sebangau, strategi pemadaman kini diperkuat dengan upaya memutus kepala api menggunakan alat berat.

Langkah ini ditujukan untuk menghentikan pergerakan api agar tidak menjalar lebih jauh dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Baca juga : APHI Dukung Revisi Ketentuan Pembakaran Lahan Dua Hektare

Pemerintah juga berencana menambah sekitar empat hingga lima ekskavator untuk memperkuat penyekatan di area yang menjadi jalur pergerakan api.

“Bukan lagi hanya sekadar memadamkan di titik api yang ada, tapi sekarang kita coba memutus ya, kepala apinya. Kalau api yang kita putus ya dengan kecepatan mempergunakan alat berat supaya menghindari mudarat yang lebih besar lagi,” kata Raja Juli.

Selain menambah alat berat, pemerintah memperkuat penanganan melalui pembangunan sumur bor.

Menurut Raja Juli, dibutuhkan tambahan sekitar 30 sumur bor yang akan ditempatkan di sekitar kepala api dengan jarak sekitar 50 meter untuk mendukung proses pemadaman.

“Jadi bukan lagi mengejar api, tapi sudah menghadap api dengan risiko yang gak sederhana,” ujarnya.

Baca juga : Karhutla dan Ujian Kepemimpinan Komunikasi Pemerintah

Pemadaman juga dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) dan water bombing. Namun, penerbangan helikopter untuk water bombing masih menghadapi kendala visibilitas.

Sementara itu, OMC terus dilaksanakan ketika terdapat bibit awan sebagai bagian dari upaya membasahi wilayah terdampak dan membantu penanganan karhutla.

Di sisi darat, penguatan personel dan peralatan terus dilakukan untuk menghadapi kondisi lapangan yang dinamis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.