BREAKING NEWS
 

Survei PPI: Amran Unggul soal Pangan, Teddy Etos Kerja, Erick Timnas

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 18 Oktober 2026 20:21 WIB
Foto: Parameter Politik Indonesia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan pangan, etos kerja, hingga perkembangan sepak bola nasional menjadi tiga faktor berbeda yang mewarnai penilaian publik terhadap kinerja pejabat negara.

Survei Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Erick Thohir menempati tiga posisi teratas sebagai menteri atau pejabat negara dengan kinerja terbaik.

Temuan tersebut tertuang dalam Survei Nasional “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang dipaparkan Direktur PPI Adi Prayitno, Minggu (18/10/2026).

"Andi Amran Sulaiman menempati posisi pertama dengan 15,4 persen, diikuti Teddy Indra Wijaya sebesar 14,5 persen, dan Erick Thohir sebesar 6 persen," kata Adi.

Ketiganya memperoleh apresiasi dengan alasan yang berbeda. Amran menonjol melalui isu swasembada pangan, Teddy melalui persepsi tentang etos kerja dan komunikasi pemerintahan, sedangkan Erick melalui penilaian terhadap perkembangan Timnas Indonesia.

Hasil survei ini memperlihatkan beragamnya ekspektasi masyarakat terhadap pejabat publik, mulai dari kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar, cara kerja yang dianggap efektif, hingga hasil yang dapat dilihat dan dirasakan.

Amran Unggul Berkat Swasembada Pangan

Bagi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, isu pangan menjadi faktor paling menonjol dalam membentuk penilaian positif masyarakat.

Dari responden yang menilai Amran berkinerja baik, sebanyak 29,6 persen menyebut swasembada pangan sebagai alasan. Sebanyak 17,6 persen lainnya menyoroti pupuk yang murah dan berlimpah.

Alasan berikutnya adalah hasil kerja yang terlihat sebesar 9,7 persen, tidak melakukan pencitraan 7,2 persen, kebijakan yang dinilai bagus 6,7 persen, serta sering turun ke lapangan 5,4 persen.

Besarnya penilaian terhadap swasembada pangan menunjukkan bahwa sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat memiliki tempat penting dalam evaluasi kinerja pemerintah.

Pangan bukan sekadar persoalan produksi pertanian, melainkan juga berkaitan dengan ketersediaan bahan pokok, stabilitas harga, kesejahteraan petani, dan ketahanan ekonomi rumah tangga.

Baca juga : Yulisman Minta Hasil Survei Kinerja Bahlil Dicermati secara Proporsional

Karena itu, penilaian terhadap Amran dapat dibaca sebagai cerminan pentingnya ketahanan pangan dalam persepsi publik.

Meski demikian, persepsi positif tersebut tetap perlu dilihat bersama indikator objektif, seperti produksi, distribusi, harga, dan keterjangkauan pangan.

Teddy Diapresiasi karena Etos Kerja

Berbeda dengan Amran yang banyak diapresiasi melalui kebijakan pangan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memperoleh penilaian positif terutama karena persepsi masyarakat terhadap karakter kerjanya.

Teddy menempati posisi kedua dengan perolehan 14,5 persen. Ketika responden yang menilai Teddy berkinerja baik ditanya mengenai alasannya, jawaban terbanyak adalah "sedikit bicara, banyak bekerja", yakni sebesar 19,6 persen.

"Berikutnya, 15,6 persen menyebut penampilan Teddy yang tampan dan gagah, 11,9 persen mengapresiasi kemampuannya mengomunikasikan program pemerintah, 10,1 persen menyebut dirinya sering muncul di media, dan 8,7 persen menilai hasil kerjanya terlihat," tutur Adi.

Alasan lainnya meliputi cara bicara yang mudah dimengerti sebesar 5,6 persen, rajin dan profesional 4,1 persen, sering turun ke lapangan 3,4 persen, serta cerdas dan pintar 3,1 persen.

Temuan tersebut memperlihatkan kombinasi menarik dalam persepsi publik terhadap Teddy.

Di satu sisi, ia diasosiasikan dengan karakter kerja yang tidak banyak mengumbar pernyataan.

Di sisi lain, kemampuannya menyampaikan informasi mengenai program pemerintah juga mendapat apresiasi.

Bagi seorang Sekretaris Kabinet, kedua aspek tersebut relevan dengan tugas mendukung koordinasi penyelenggaraan pemerintahan dan memastikan agenda Presiden dapat dikomunikasikan secara jelas.

Adsense

Penilaian "sedikit bicara, banyak bekerja" merupakan persepsi responden, bukan ukuran langsung produktivitas birokrasi.

Baca juga : Ridwan Bae: Jangan Hanya Ukur Bahlil dari Survei, Lihat Fakta dan Hasil Kerjanya

Namun, temuan ini menunjukkan bahwa karakter kerja yang dianggap efektif memiliki daya tarik tersendiri di mata sebagian masyarakat.

Posisi Teddy di urutan kedua menjadi modal positif untuk terus memperkuat kepercayaan publik, terutama melalui koordinasi lintas kementerian, penyampaian informasi yang mudah dipahami, serta hasil kerja yang semakin konkret.

Erick Thohir dan Persepsi Positif terhadap Timnas

Di posisi ketiga, Erick Thohir memperoleh penilaian sebesar 6 persen. Alasan terbanyak responden yang menilainya positif adalah persepsi bahwa Timnas Indonesia semakin bagus, dengan angka 15,6 persen.

Berikutnya, masing-masing 7,8 persen menyebut keberhasilan masuk final ASEAN Cup dan hasil kerja yang terlihat.

Sebanyak 6,7 persen menyebut keberhasilan menyingkirkan Malaysia, sedangkan 6,3 persen menyoroti penampilan Erick yang tampan dan gagah.

Alasan lainnya adalah kebijakan yang dinilai bagus sebesar 5,1 persen, cerdas dan pintar 4,9 persen, memajukan olahraga 3,5 persen, serta kemenangan dengan sembilan gol dan juara ASEAN Cup yang masing-masing disebut oleh 2,5 persen responden.

"Temuan tersebut memperlihatkan bahwa sepak bola memiliki pengaruh kuat dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap figur yang berkaitan dengan pengelolaan olahraga nasional," ujar Adi.

Meski demikian, capaian olahraga tetap perlu dinilai melalui hasil kompetisi, perkembangan pembinaan atlet, kualitas tata kelola, dan keberlanjutan prestasi, bukan hanya popularitas atau hasil pertandingan tertentu.

Tiga Pendekatan, Satu Tantangan

Jika dibandingkan, ketiga pejabat tersebut merepresentasikan tiga pendekatan berbeda dalam memperoleh apresiasi publik.

Amran menonjol melalui agenda pangan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Teddy mendapatkan penilaian positif melalui persepsi tentang etos kerja dan kemampuan komunikasi pemerintahan.

Sementara itu, Erick memperoleh apresiasi terutama dari persepsi mengenai perkembangan sepak bola nasional.

Baca juga : Survei Piramida: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Naik Jadi 60,4 Persen

Perbedaan ini menunjukkan bahwa penilaian masyarakat terhadap pejabat negara tidak hanya ditentukan oleh jabatan, tetapi juga oleh isu yang mereka tangani dan bagaimana hasilnya dipersepsikan publik.

Bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, temuan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan kebijakan perlu diikuti hasil yang terukur dan komunikasi yang efektif.

Program pemerintah tidak cukup hanya dirancang atau diumumkan, tetapi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Survei PPI juga mengukur pendapat masyarakat mengenai pergantian menteri yang beberapa kali dilakukan Presiden Prabowo.

Hasilnya, 62,2 persen responden menyatakan setuju, 14,7 persen tidak setuju, dan 23,1 persen tidak menjawab.

Mayoritas persetujuan tersebut menunjukkan adanya dukungan publik terhadap ruang evaluasi dalam pemerintahan.

Namun, dukungan terhadap pergantian menteri tidak serta-merta berarti seluruh responden menyetujui setiap pergantian yang dilakukan.

Pada akhirnya, keberhasilan pejabat publik perlu dibuktikan melalui konsistensi kinerja, pencapaian target, dan manfaat kebijakan bagi masyarakat.

Survei Nasional "Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" dilakukan terhadap 1.200 responden di 38 provinsi melalui wawancara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026.

Survei tersebut memiliki margin of error sebesar ±2,83 persen. Hasil survei ini memperlihatkan bahwa publik mengapresiasi beragam bentuk kinerja, mulai dari kebijakan pangan, etos kerja, hingga perkembangan olahraga.

Bagi Teddy Indra Wijaya, penilaian positif atas karakter "sedikit bicara, banyak bekerja" menjadi modal untuk terus membuktikan peran strategisnya dalam mendukung efektivitas pemerintahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense