BREAKING NEWS
 

Berantas Terorisme-Kejahatan Transnasional

Menko Polkam Perkuat Kerja Sama Regional

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Jumat, 23 Oktober 2026 19:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman dalam Pertemuan ke-7 Sub-Regional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Security (SRM) di Jakarta, Jumat (23/10/2026). (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mendorong penguatan kerja sama regional untuk menghadapi ancaman terorisme dan kejahatan transnasional yang semakin kompleks.

Upaya tersebut dibahas dalam Pertemuan ke-7 Sub-Regional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Security (SRM) di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Dudung bersama Menteri Dalam Negeri, Imigrasi dan Kewarganegaraan, Keamanan Siber, dan Kesenian Australia, Tony Burke, memimpin pertemuan yang diikuti delapan negara, yakni Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, dan Tailan.

Pertemuan tersebut menekankan pentingnya memperkuat pertukaran informasi dan intelijen, meningkatkan koordinasi operasional, membangun kepercayaan, serta mengembangkan kapasitas bersama untuk menghadapi berbagai ancaman lintas negara.

Baca juga : Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional, Menko Polkam: Kita Masih Sanggup

“Ancaman keamanan saat ini semakin saling terhubung dan membutuhkan respons bersama. Melalui Pertemuan ke-7 SRM, Indonesia mendorong penguatan koordinasi regional, pertukaran informasi, dan peningkatan kapasitas agar komitmen bersama dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat keamanan dan ketahanan kawasan,” tegas Dudung.

Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan, mulai dari penanggulangan terorisme dan ekstremisme kekerasan, migrasi tidak teratur, perdagangan orang, penyelundupan manusia, pusat penipuan daring (scam centres), kejahatan siber, hingga keamanan maritim dan perlindungan infrastruktur kritis.

Para delegasi juga menyoroti potensi penyalahgunaan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk mendukung propaganda, perekrutan kelompok ekstremis, dan aktivitas kejahatan.

Adsense

Dalam penanganan kejahatan transnasional, negara peserta mendorong peningkatan pertukaran intelijen, perlindungan korban, koordinasi penyelidikan, serta pemberantasan jaringan perdagangan orang dan penyelundupan manusia.

Baca juga : Menko Polkam Sebut Presiden Intens Pantau Karhutla, Bakal Gelar Rapat Siang Ini

Penguatan kerja sama negara asal, transit, dan tujuan juga menjadi perhatian melalui mekanisme regional, seperti ASEANAPOL dan Bali Process.

Di bidang keamanan maritim, kerja sama diarahkan pada patroli terkoordinasi, pertukaran informasi, latihan bersama, serta peningkatan kapasitas penegakan hukum di laut.

Upaya tersebut mencakup pemberantasan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (illegal, unreported, and unregulated fishing/IUU fishing), penanganan kejahatan maritim, serta perlindungan infrastruktur bawah laut, termasuk kabel dan pipa.

Sementara itu, penanggulangan terorisme difokuskan pada pencegahan radikalisasi di ruang digital, perlindungan generasi muda, pemberantasan pendanaan terorisme, serta penanganan ekstremisme kekerasan nihilistik (Nihilistic Violent Extremism).

Baca juga : 2 Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Para delegasi turut membahas program rehabilitasi dan reintegrasi serta penguatan pertukaran informasi ancaman siber. Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Australia akan bersama-sama mengevaluasi efektivitas Senior Officials Counter-Terrorism Policy Forum (SOCTPF) setelah enam tahun pelaksanaannya melalui konsultasi dengan negara-negara anggota.

Pertemuan juga menyambut perkembangan penyusunan Online Crisis Notification Protocol, rencana pembaruan Glossary of Extremist Content Online 2025, serta pengembangan kerangka analisis sentimen regional untuk menangkal ekstremisme kekerasan di ruang digital.

Inisiatif tersebut dikembangkan Brunei Darussalam dan Malaysia selaku ketua bersama SOCTPF periode 2026–2027. Para delegasi mengapresiasi kepemimpinan Indonesia sebagai tuan rumah SRM ke-7 dan kontribusi Australia sebagai ketua bersama.

Pertemuan berikutnya, SRM ke-8, dijadwalkan berlangsung di Australia pada waktu yang akan ditentukan kemudian. Indonesia berkomitmen melanjutkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta mitra regional, terutama dalam pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, dan pengembangan kerja sama operasional guna mewujudkan kawasan yang aman, stabil, dan tangguh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense