RM.id Rakyat Merdeka - Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kalangan akademisi menilai keberhasilan program strategis nasional perlu diimbangi dengan komunikasi publik yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Penguatan komunikasi dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memperluas dukungan terhadap agenda pembangunan pemerintah.
Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Mengukur Indeks Demokrasi, Kebebasan Sipil, dan Suara Anak Muda” yang diselenggarakan Aliansi Demokrasi Digital di Yogyakarta, Senin (26/10/2026).
Pakar komunikasi dan politik Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Didik Hariyadi Santoso, mengapresiasi keberanian dan keberhasilan pemerintah dalam menetapkan agenda pembangunan berskala nasional dengan prioritas yang jelas.
"Program berskala besar di bidang pangan, gizi, pendidikan, kesehatan, hingga hilirisasi industri memiliki potensi luar biasa dalam memperluas jangkauan pelayanan publik, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses," ujar Didik.
Dalam diskusi tersebut, Didik juga menyambut positif langkah Presiden Prabowo yang memberikan kepercayaan kepada Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah.
Baca juga : Dua Tahun Asta Cita Prabowo, Pariwisata Berbasis Budaya Jadi Prioritas
Ia optimistis kepemimpinan Syahganda di Bakom Pemerintah dapat memperkuat penyampaian pesan-pesan politik pemerintah agar lebih terukur, jelas, dan berfokus pada substansi agenda pembangunan.
"Komunikasi seorang kepala negara memiliki pengaruh besar terhadap persepsi dan kepercayaan masyarakat. Penataan komunikasi yang berorientasi pada kepentingan publik akan memperkuat dukungan masyarakat terhadap program pembangunan yang sedang berjalan," jelasnya.
Senada dengan Didik, Direktur Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMJ) Sinergi, Abil Arqam, menilai gaya komunikasi Presiden Prabowo yang lugas dan terbuka sebagai sinyal positif bagi kepemimpinan yang transparan.
"Gaya kepemimpinan beliau yang bebas bicara apa adanya menunjukkan sikap terbuka dan tidak berusaha menutupi pandangan," kata Abil.
Ia menambahkan, pemerintah telah mendorong berbagai program strategis yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat.
Program tersebut mencakup pemenuhan gizi, penguatan ekonomi desa, investasi, hilirisasi industri, hingga perluasan program pemagangan bagi generasi muda.
Baca juga : Bakom: Komunikasi Pemerintah Lebih Banyak Mendengar dan Responsif
Selain membahas capaian pemerintahan dan komunikasi publik, diskusi tersebut juga diwarnai langkah konkret puluhan pemuda dan mahasiswa Yogyakarta dalam mendukung kehidupan demokrasi yang sehat.
Mereka mendeklarasikan komitmen untuk melawan hoaks, disinformasi, fitnah, ujaran kebencian, serta provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
Mereka juga bertekad menjunjung tinggi Pancasila, menghormati keberagaman, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kami, Pemuda Yogyakarta, berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk provokasi dan perpecahan yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," demikian bunyi poin pertama deklarasi.
Pada poin kedua, para pemuda menyatakan tekad untuk menangkal penyebaran informasi palsu serta mengedepankan sikap kritis dan bijak dalam menggunakan media sosial.
Mereka juga menekankan pentingnya kebenaran informasi, perdamaian, dan persaudaraan dalam menghadapi berbagai narasi provokatif di ruang digital.
Baca juga : Bakom Satukan Narasi Pusat dan Daerah untuk Jaga Kepercayaan Publik
Ketua Aliansi Demokrasi Digital, Martini, selaku penggagas Deklarasi Pemuda Yogyakarta, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Menurut Martini, pemuda perlu bersikap kritis terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak mudah terpengaruh narasi provokatif yang berpotensi memicu konflik di masyarakat.
Ia berharapz deklarasi tersebut dapat mendorong generasi muda membangun budaya komunikasi yang sehat dengan tetap menghormati keberagaman dan hak orang lain.
"Deklarasi Pemuda Jogja ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital perlu disertai tanggung jawab untuk menghormati hak orang lain, mengedepankan kebenaran informasi, dan menjaga persatuan bangsa," kata Martini.
Ia menambahkan, komitmen tersebut diharapkan memperkuat peran generasi muda dalam menangkal hoaks, mencegah provokasi, dan menjaga persatuan di tengah masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.