BREAKING NEWS
 

AMPHURI: Petugas Haji Non-Muslim Bisa Ditempatkan Di Sektor Teknis

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 3 November 2026 17:49 WIB
Sekretaris Jenderal AMPHURI, Zaky Zakaria Anshary. Foto: AMPHURI

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menilai kebijakan Kementerian Haji dan Umrah yang membuka kesempatan bagi non-muslim untuk menjadi petugas haji merupakan hal yang wajar.

Hal ini sejalan dengan prinsip kesetaraan hak warga negara dalam memperoleh kesempatan bekerja di lingkungan pemerintahan.

Sekretaris Jenderal AMPHURI, Zaky Zakaria Anshary mengatakan, setiap kementerian dapat memiliki pegawai dari berbagai latar belakang agama. Mengingat, Indonesia merupakan negara majemuk.

"ASN non-muslim atau petugas haji non-muslim yang mungkin ada di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah bisa ditempatkan di sektor-sektor lain yang sifatnya teknis, seperti pengelolaan dan pelayanan di embarkasi," kata Zaky kepada RM.id, Selasa (3/11/2026).

Dia mencontohkan penempatan pegawai di kantor wilayah atau daerah yang penduduk muslimnya bukan mayoritas, seperti Bali dan Papua. Zaky menegaskan, pegawai non-muslim tidak akan ditempatkan pada posisi yang berkaitan dengan pembimbingan ibadah maupun aspek syariat Islam.

Baca juga : CIMB Niaga Syariah Tawarkan Porsi Haji Reguler Lewat KPR iB Xtra Haji Umrah

Dia menjelaskan, dari perspektif konstitusi, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan dan kesempatan berkarier di pemerintahan tanpa diskriminasi agama.

"Dalam perspektif Undang Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (2) tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pasal 28D ayat (3) setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Jadi, struktur kementerian tidak boleh hanya terdiri dari satu agama saja. Semua punya hak sama untuk jadi ASN," jelas Zaky.

Selain itu, prinsip rekrutmen ASN juga mengedepankan sistem merit, yakni berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Bukan latar belakang agama. "ASN ditempatkan di kementerian manapun sesuai kebutuhan, tanpa memandang agamanya," tandasnya.

Adsense

Zaky juga merujuk sejumlah catatan sejarah Islam yang menunjukkan adanya kerja sama antara umat Islam dan non-muslim dalam urusan di luar pelaksanaan ibadah.

Dia mencontohkan Abdullah bin Uraiqith, seorang non-muslim yang dipercaya Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar sebagai penunjuk jalan saat hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Baca juga : 10 April Masuk Asrama 11 April Mulai Terbang

"Abdullah bin Uraiqith adalah seorang non-muslim dari suku Bani Dil yang dikenal karena kejujuran dan keahliannya sebagai penunjuk jalan di gurun pasir," sebut Zaky.

Selain itu, dalam sejarah pemerintahan Islam, terdapat pula keterlibatan kalangan non-muslim dalam urusan administrasi, keuangan, penerjemahan, hingga pelayanan pemerintahan.

"Ini menunjukkan bahwa dalam urusan yang bersifat teknis dan administratif, keahlian, integritas, serta profesionalitas juga menjadi pertimbangan penting," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah membuka peluang bagi masyarakat non-muslim untuk menjadi petugas haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai pelibatan masyarakat lintas agama dalam penyelenggaraan haji akan menjadi praktik toleransi yang nyata.

Menurut Dahnil, toleransi tidak cukup hanya diwujudkan melalui sikap saling menghormati, tetapi juga melalui kerja sama dan kontribusi bersama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk penyelenggaraan haji.

Baca juga : Kemenhaj Tetapkan Jadwal Haji 2027, Kloter Pertama Terbang 11 April

Wamenhaj mencontohkan Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah yang memiliki kehidupan masyarakat dengan tingkat keberagaman yang kuat.

Dia telah meminta jajaran terkait untuk mendorong keterlibatan kelompok agama lain, termasuk Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu, dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji di wilayah tersebut.

"Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya," kata Wamenhaj di Manado, dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu (31/10/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense