Sebelumnya
Fajar Wildhan mengungkap bahwa Rantis Maung berbasis Toyota Hillux. “Baguslah, apalagi ada versi sipilnya, kemudahan mencari sparepartnya kalau ada masalah,” ucapnya. “Anjir kalo jeroannya dari Hilux emang worth it lah. Terbukti di Timur Tengah Hilux yang dipake jihadist ga ada matinya itu mobil,” timpal Tukang Payung.
Traya mengaku bila punya duit lebih mau pakai Rantis Maung karena modifikasi sedikit kabinnya. “Untuk bertualang ke seluruh wilayah Indonesia sambil bikin konten Youtube,” kata dia.
Baca juga : Kementan Prediksi Ketersediaan Pangan Aman hingga Akhir Tahun 2020
Barry menilai, hadirnya Rantis Maung versi sipil sebagai sebuah perencanaan yang brilian. Dia yakin dengan harga jual prakiraan itu masih dapat peluang besar untuk market domestik dan internasional untuk kendaraan sejenis dan yang lebih bernilai. “Ini juga berperan dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan Industri dan teknologi Indonesia,” kata dia.
Novian menyarankan, sebaiknya Ranting Maung orientasi ekspor saja, daripada dijual ke warga sipil. Dia khawatir, para pengguna Maung Rantis bakal petantang-petenteng di jalanan. “Melihat perilaku gerombolan pemotor besar aja sudah sangat menjijikkan,” keluhnya.
Baca juga : PGN Jamin Pasokan dan Layanan Gas Aman Selama Lebaran
“Kalau dipakai anggota TNI sangat gagah. Saya khawatir nanti dipake orang sipil di pake buat gagah gagahan,” tambah Tempat Keren. “Sebaiknya tidak dijual ke masyarakat. Nanti yang pakai arogan sekali, ditambah pasang voridjir dan klakson, lebih galak dari presiden,” sambung Yunarta Budiman.
Menurut Crocs, Rantis Maung sepertinya ringkih banget, kena granat sekali, ambyar. “Mbok ya, didesain yang lebih gahaar seperti Komodo itu lho. Ini mah buat off road aj bisa terguling,” kritiknya. “Komodo itu armored personel carrier, sedangkan ini kendaraan taktis, rantis ringan pula. Kelas aja udah beda masa iya mau dibandingin,” timpal Don Spumani.
Baca juga : Sambangi Korban Banjir, Bamsoet Beri Bantuan dan Makan Bersama
East Dawn menilai harga Rantis Maung veri sipil sebesar Rp 500 juta terlalu mahal. Sebab, India juga ekspor sejenis jeep 4 wheel drive ke Indonesia dengan harga yang kurang lebih sama. “Mbok ya kasih harga perkenalan biar barangnya dikenal dulu oleh masyarakat. Kalau masyarakat sudah tahu kualitas, barangnya bagus dan layak dipakai menggantikan pajero atau fortuner baru nanti harganya dinaikkan pelan-pelan,” saran dia. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.