Sebelumnya
Sindiran juga disampaikan tokoh Papua Christ Wamea di akun @putrawadapi. "Semarang dikepung banjir, Pak Ganjar di rumah saja," kicaunya. Saat ini, Ganjar memang lagi bikin program Jateng di rumah saja untuk memutus rantai penularan Covid-19.
Warganet juga iseng mengaitkan kata “Pak Anies” dalam setiap cuitan terkait banjir di Semarang. Saking banyaknya, kata kunci “Pak Anies” nangkring di puncak trending topic. "Yang banjir Semarang kenapa yang trending Pak Anies?" tanya @somadidua, heran.
Meski jadi sorotan, memang tak banyak warganet yang mem-bully Ganjar. Hal ini berbeda saat banjir melanda Jakarta, tahun lalu. Saat itu, Anies habis jadi sasaran bully.
Baca juga : Runway Terendam Banjir, Bandara Ahmad Yani Ditutup Sampai Minggu Pagi
Melihat kondisi ini, dalang nyentrik Sujiwo Tejo sampai heran. Dia bercerita, teman-temannya memberi kabar kalau Semarang dikepung banjir. "Apa betul? Soalnya, medsos sepi. Biasanya kalau memang ada banjir tuh medsos penuh rombongan akun-akun ber-angka yang ramai infoin banjir itu plus maki-maki gubernurnya. Apa WA temenku itu hoaks? Please let me know," kicaunya di akun @sudjiwotedjo.
Akun @paparafie sok memberi penjelasan. Kata dia. bully khusus untuk Anies. "Yang mereka tunggu banjir di Jakarta Mbah. Daerah lain nggak berlaku," jawabnya.
Lalu, ke mana Ganjar? Sampai sore hari, Ganjar tak terpantau keluar rumah. Dia memang komentar, tapi bukan soal banjir. Melainkan soal program "Jateng di Rumah Saja", yang mulai berjalan kemarin. Menurut dia, dari hasil laporan bupati dan wali kota di Jawa Tengah, program itu sudah berjalan bagus.
Baca juga : Pengendali Banjir Bandara YIA Di-Deadline Selesai 2 Tahun
"Kota Semarang saya 'ngikuti' sendiri, daerah lainnya juga masih 'on going' dan sudah menyampaikan laporan berupa foto dan video. Ada juga yang melaporkan seperti Pati, katanya pasarnya masih terlalu ramai," ujarnya.
Malam hari, baru Ganjar memberi keterangan soal banjir ini, di rumah dinasnya. Ia mengatakan, di beberapa daerah ada pengungsi akibat banjir yang melanda antara lain di Pekalongan, Kudus, dan Kota Semarang.
Ganjar meminta tempat pengungsian dibuat lebih lega untuk mengantisipasi penularan Corona. "Karena lagi Covid-19, maka harus disiapkan agar semuanya aman. Saya minta semua siaga satu," lanjutnya.
Baca juga : Lewat Banpres Produktif, Budidaya Ikan Lohan Kuningan Kembali Bangkit
Terkait penyebab banjir, Ganjar mengutip keterangan BMKG. "Dari laporan BMKG karena kondisi curah hujan yang ekstrem. Beberapa daerah khususnya Kota semarang memang ekstrem, sehingga curah hujan tinggi sekali," katanya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.