BREAKING NEWS
 

Layanan Karantina Berbasis Manajemen Preborder

Deteksi Dini Potensi Ancaman Biosecurity

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Sabtu, 7 September 2024 07:15 WIB
Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan mendukung kebijakan Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyediakan layanan karantina berbasis manajemen preborder. Dengan kebijakan ini, Barantin dapat mendeteksi lebih dini potensi ancaman biosecurity sebelum tiba di negara tujuan.

Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan menuturkan, karantina sistem preborder ini bertujuan memperketat dan mempercepat arus barang di pelabuhan. Hal ini dilakukan dengan pemeriksaan dan pengawasan sebelum barang tiba di perbatasan. Barang yang dikirim pun dipastikan bebas penyakit dan hama.

“Sistem ini diharapkan sudah mengetahui lebih awal kemung­kinan-kemungkinan ancaman biosecurity sebelum tiba di negara tujuan (Indonesia),” kata Daniel, Jumat (6/9/2024).

Karantina diterapkan negara untuk pencegahan masuk, ke­luar dan tersebarnya hama dan penyakit hewan. Penerapan preborder ini, menurutnya, merupakan kebijakan yang baik dalam perkarantinaan. Toh, di banyak negara, sistem ini sudah banyak diterapkan.

“Kelengkapan dokumen dan kepastian kesehatan komodi­tas diselesaikan di negara asal sebelum diberangkatkan. Jadi dipastikan aman sebelum masuk wilayah Indonesia,” ucap politisi PKB ini.

Baca juga : OJK: Tak Boleh Ada Yang Dikecualikan Dan Dilindungi

Walau dokumen kepastian kesehatan komoditas ini telah dilengkapi di negara asal, lan­jutnya, tidak berarti komoditas tersebut bisa langsung masuk begitu saja ke Indonesia. Sebab, akan ada juga mekanisme tinda­kan karantina untuk menjamin bahwa media pembawa betul-betul aman sesuai dokumen awal di negara asal.

“Yang penting harus diper­hatikan adalah prinsip-prinsip karantina yang sudah diatur dalam regulasi kita diperhati­kan,” tegasnya.

Tidak kalah penting, konsep manajemen berbasis preborder ini didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.

“Kelengkapan infrastruktur kita harus baik serta kemampuan sumber daya manusia juga harus ditingkatkan,” tambahnya.

Adsense

Diketahui, manajemen karantina berbasis preborder adalah tindakan mitigasi risiko dilakukan di negara asal se­hingga dapat lebih efisien dan mempercepat arus ekspor dan impor.

Baca juga : Gercep Temui Pedagang, Nicke Diacungi Jempol

Selain itu, manajemen pre­border ini menerapkan pertu­karan data seperti e-certification, prior-notice, regristasi laborato­rium dan lainnya.

Untuk memastikan sistem ini berjalan efektif, Barantin akan memberikan layanan sistem digital yang terintergrasi dengan kementerian dan lembaga lain­nya.

Layanan itu nantinya terpusat di Indonesia National Single Window (INSW). Percepatan layanan ini diyakini dapat menekan biaya dan waktu pada proses bisnis layanan karantina di border (perbatasan) dan pada akhirnya dapat berdampak pada meningkatkan daya saing.

Hal senada dilontarkan anggota Komisi IV DPR Slamet. Menurutnya, memang harus ada kebijakan efektif untuk memiti­gasi ancaman biosecurity dari luar.

“Jadi regulasi ini kita kokohkan agar karantina ini betul-betul menjadi benteng pertama untuk pertahanan pangan kita,” tegasnya.

Baca juga : Suntikan Modal Pemprov Nggak Ngefek Ke BUMD

Terpisah, Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean menegaskan, sistem pelayanan perkarantinaan saat ini sudah jauh lebih modern karena meng­gunakan sistem digitalisasi. Dengan sistem digitalisasi ini, pelayanan barang baik ma­suk maupun keluar di Baran­tin secara keseluruhan sudah transparan.

“Jadi tolong pelaku usaha itu, lengkapi saja dokumennya. Se­cara sistem (dokumen) itu akan diproses. Karantina (Barantin) akan memastikan itu (doku­men kelengkapan) hitungannya maksimal 2 hari sudah beres sepanjang dokumennya leng­kap,” tegas Sahat kepada Rakyat Merdeka, belum lama ini.

Bahkan, sambung mantan peneliti di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) ini, pihaknya tengah mengupayakan agar semua pelayanan perkarantinaan itu cukup sehari. Yang penting seluruh dokumen yang diper­lukan untuk pemeriksaan dan validasi lengkap.

“Di era digital ini semuanya sudah transparan kok. Sudah tidak ada lagi yang aneh-aneh. Semuanya kita bisa pantau, traceability (ketertelusuran)-nya jalan,” tegasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 7 September 2024 dengan judul Layanan Karantina Berbasis Manajemen Preborder, Deteksi Dini Potensi Ancaman Biosecurity

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense