BREAKING NEWS
 

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, HAM Dan Demokrasi

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 19 Februari 2025 15:00 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (kiri) saat memberi sambutan di Kompleks MPR RI/DPR RI/DPD RI di Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2025). (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan yang kuat antara tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi harus mampu diwujudkan oleh para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah untuk menjamin pemenuhan hak-hak dasar setiap warga negara.

"Politisi memikul tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas politik, pembangunan ekonomi, dan perlindungan hak-hak individu dalam proses pembangunan," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat memberi sambutan pada acara ASEAN Parliamentarians for Human Rights (APHR)-MPR RI Collaboration to Host Rountable Discussion on SDGs, Human Rights and Democracy in Indonesia, di Kompleks MPR RI/DPR RI/DPD RI di Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2025). 

Hadir pada acara itu antara lain Mercy Chriesty Barends (Chairperson of APHR) dan Yuyun Wahyuningrum (Executive Director APHR). Selain itu sejumlah anggota DPR seperti Adian Yunus Yusak Napitupulu, Irma Suryani Chaniago, Bonnie Triyana, Ledia Hanipa Amaliah dan Ratna Juwita Sari juga hadir sebagai pembicara. 

Baca juga : Lestari Moerdijat: Penguatan Kebangsaan Generasi Muda Atasi Tantangan Bernegara

Acara tersebut juga dihadiri anggota DPR/MPR dari sejumlah fraksi di parlemen, sejumlah anggota DPRD Provinsi, dan sejumlah organisasi swadaya masyarakat.

Adsense

Pada kesempatan itu, Lestari mengungkapkan, MPR RI pada 26 November 2024 lalu telah membentuk Kaukus Nasional SDG's sebagai wadah untuk mengawal kebijakan yang sejalan dengan demokrasi, keberlanjutan, dan hak asasi manusia. 

Pada salah satu kegiatan dalam kaukus tersebut, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, terungkap bahwa pemahaman masyarakat terhadap SDGs baru sebatas singkatannya dan 17 tujuan SDGs semata, tetapi belum memahami tujuan setiap programnya. 

Baca juga : Akademisi Bedah Teori Denny JA Tentang Agama Dan Pembangunan Berkelanjutan

Menurut Rerie, salah satu problem kesenjangan dalam pembangunan disebabkan keengganan kita untuk melakukan pemetaan permasalahan yang dihadapi dan pemahaman terhadap penerapan HAM dalam proses pembangunan. 

Para pemangku kepentingan, tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, harus mampu mewujudkan SDGs dalam proses pembangunan. 

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap kolaborasi semua pihak terkait upaya mewujudkan pelaksanaan SDGs, HAM, dan demokrasi harus konsisten dibangun. 

Baca juga : Lestari Moerdijat Ajak Keterlibatan Masyarakat Dalam Rencana Pengembangan Kawasan Cagar Budaya

"Setiap individu harus bisa mengambil peran aktif secara bersama agar proses pembangunan yang dilakukan saat ini mampu memenuhi hak-hak dasar setiap warga negara," pungkas Rerie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense