BREAKING NEWS
 

Kejar Target Ekonomi 8 Persen

DPR Kebut RUU EBET

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Rabu, 26 Februari 2025 07:10 WIB
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya. (Foto: istimewa).

 Sebelumnya 
Dia mengatakan, teknologi EBET maupun pemanfaatan energi melalui sumber daya alam yang ada, mahal dan teknolog­inya tidak mudah. Kekayaan gas bumi negara ini memang paling tidak bertahan sampai 20 tahun, namun tetap saja tergantung dari kemampuan kita untuk melakukan eksplorasi. "Karena di offshore itu potensinyaada, tapi teknologinya tidak mudah dan mahal," katanya.

Begitu juga dengan potensi energi terbarukan, menurutnya, sangat luar biasa. Indonesia memiliki laut, panas bumi, bio­energi, bayu, hidro, hingga ma­tahari yang selalu bersinar setiap hari. Namun masalahnya, semua energi terbarukan ini semua adalah barang yang memerlukan teknologi tinggi dan mahal. Di satu sisi, kita belum siap beralih atau menyediakan energi terba­rukan, seperti potensi yang kita miliki tersebut.

"Nah tata kelola energi kita seperti apa? Ini yang perlu difor­mulasikan di dalam Undang-Undang kita,” ucapnya.

Baca juga : BI Dan TNI AD Dorong Swasembada Pangan

Totok mengatakan, Indonesia ingin menciptakan energi yang bersih, energi yang tidak ada pencemaran, pemanasan global, dan lain sebagainya. Tapi tetap saja harus memperhitungkan kondisi atau keadaan yang ter­jadi.

"Saudara-saudara masih ingatbahwa Trump (Presiden AS Donald Trump) begitu menjabat, menarik diri dari Perjanjian Paris. Karena dia punya kepentingan terhadap persoalan nasional Amerika," sebutnya.

Nah, lanjut dia, Indonesia mestinya melihat dari sisi itu. Bahwa isu-isu global itu penting, tetapi persoalan di Indonesia sekarang lebih pada menjaga survival menuju masyarakat modern, bisa menghidupi se­luruh warga negara, menjamin pendidikan dan lainnya.

Baca juga : Airlangga Ajak Pemda Genjot Perekonomian

Untuk itu, dia berpandangankebijakan energi saat ini perlu dicampur antara kebijakan energi fosil, dan kebijakan EBET untuk mengejar Net Zero Emission (NZE). Sebab, untuk mengejar pertumbuhan eko­nomi 8 persen saja, hampir tidak masuk akal kalau energi kita semua menggunakan EBET. Karena, teknologi dan biayanya sangat mahal.

"Yang paling murah meng­gunakan batu bara. Sekarang ini batu bara kita lebih banyak diekspor. Padahal, kebutuhan dalam negeri energi itu sangat besar," tambahnya. KAL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Rabu, 26 Februari 2025 dengan judul "Kejar Target Ekonomi 8 Persen, DPR Kebut RUU EBET"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense