Sebelumnya
Senada, anggota Komisi VI DPR Sadarestuwati mengatakan, kelangkaan dan kenaikan harga di momen puasa dan lebaran sebenarnya sudah menjadi cerita klasik setiap tahunnya. Namun ironisnya tidak ada terobosan berarti untuk stabilisasi harga dan pasokan pangan ini.
"Harusnya Pemerintah sudah bisa mencari solusi, bukan malah melanjutkan kebiasaan ini. Apa yang terjadi sebelumnya, harusnya sudah menjadi sebuah pengalaman untuk menyelesaikan masalah agar masyarakat tidak mengalami kesulitan," katanya.
Baca juga : Maksimalkan Bansos Dan Stimulus Khusus Lebaran
Restu menegaskan sejatinya persoalan pangan ini lebih kepada persoalan supply and demand. Dan harusnya persoalan tersebut bisa diantisipasi asal ada kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat dan ada kemauan dari Pemerintah untuk ambil kebijakan tersebut. "Jadi ini lebih kepada mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi atau golongan. Tinggal kemauan," sebutnya.
Dial lalu menyoroti rantai distribusi yang sangat berbelit. Harusnya ada kebijakan memangkas rantai pasok panjang yang hanya menguntungkan kelompok dan orang-orang tertentu saja. "Ketidakstabilan pasokan ini yang harusnya dicari apa masalahnya? Apa di tingkat produsen ada masalah, atau justru di tingkat spekulan," ujarnya.
Baca juga : Bulog Diminta Jaga Stok Dan Stabilkan Harga Beras
Restu meyakini setiap produk pangan sudah tentu pasti ada spekulannya. Hanya saja, Pemerintah selama ini tidak serius menindak spekulan ini. "Kalau bahasa Jawanya itu anget-anget tai ayam. Apa yang dilakukan itu ya pada saat dibutuhkan saja, tetapi tidak berkelanjutan," sebutnya.
Oleh karena itu, dia berharap ada langkah Pemerintah di luar kebiasaan untuk stabilisasi dan pasokan pangan ini ke masyarakat. Dia lalu menyindir kebijakan Operasi Pasar yang hanyalah kebijakan instant untuk menyelesaikan persoalan pangan sesaat saja. Padahal rakyat kita ini butuh pangan setiap hari, tidak hanya pada saat Ramadan atau HKBN saja.
Baca juga : Pelayanan ASN Kepada Warga Tak Boleh Kendor
"Kita ingin ada langkah-langkah konkret mengantisipasi gejolak harga dan pasokan pangan ini. Apalagi saat ini tengah terjadi banyak PHK dan ini bukan terjadi di perusahaan besar saja, tetapi juga di usaha-usaha kecil pun mengalami. Ini semua harus diperhitungkan dan diantisipasi Pemerintah," pungkasnya. KAL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Selasa, 4 Maret 2025 dengan judul "Harga Bahan Pokok Melambung Mulan Jameela Dengarkan Keluhan Ibu Rumah Tangga"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.