Dark/Light Mode

Pemerintah Genjot Target Pertumbuhan Ekonomi

Maksimalkan Bansos Dan Stimulus Khusus Lebaran

Selasa, 4 Maret 2025 07:10 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Berbagai kebijakan strategis telah diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk penyaluran bantuan sosial (bansos) dan stimulus khusus selama Ramadan dan Lebaran.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan ini bertujuan menjaga momen­tum pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro ekonomi.

“Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dapat tercapai,” kata Air­langga dalam keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Senin (3/3/2025).

Mantan Menteri Perindustrian ini menegaskan, Pemerintah akan terus memantau pening­katan konsumsi dan mobilitas masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Nyepi dan Idul Fitri, yang berperan mendorong pertum­buhan ekonomi pada triwulan I-2025.

“Pemerintah juga memaksi­malkan penyaluran bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako dan penyerapan gabah/beras petani,” kata Airlangga.

Menurutnya, PKH Tahap I-2025 dengan anggaran Rp 150 triliun melalui PT Pos Indonesia dan Himbara. Dengan prioritas bantuan tepat sasaran, serta men­dukung daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Baca juga : Bulog Diminta Jaga Stok Dan Stabilkan Harga Beras

Selain itu, Pemerintah juga menambahkan anggaran sebesar Rp 16,6 triliun kepada Perum Bulog untuk menyerap beras hasil panen petani sebanyak 3 juta ton hingga April 2025.

“Langkah itu bertujuan men­jaga stabilitas harga beras, memastikan ketersediaan stok pangan nasional dan mendukung penyaluran bantuan pangan ke­pada masyarakat yang membu­tuhkan,” sambung eks anggota DPR ini.

Pemerintah juga memastikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta tepat waktu.

ASN menerima THR 3 minggu sebelum Lebaran, sementara pekerja swasta mendapatkannya 1 minggu sebelum Lebaran.

Alokasi THR sekitar Rp 50 triliun guna meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat konsumsi domestik.

Untuk mendukung aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Lebaran, Pemerintah melun­curkan berbagai stimulus. Di antaranya, diskon tiket pesawat, berlaku 25 Maret-7 April 2025.

Baca juga : Pelayanan ASN Kepada Warga Tak Boleh Kendor

“Program tersebut bertujuan untuk mendukung pergerakan sekitar 180 juta orang. Termasuk 110 juta wisatawan selama pe­riode Lebaran,” kata Airlangga.

Pemerintah juga memberikan diskon tarif tol 20 persen untuk perjalanan jarak jauh saat mudik. Diskon ini diharapkan dapat menekan biaya transportasi serta memperlancar distribusi barang dan jasa.

Selain itu, lanjut Airlangga, Pemerintah meluncurkan program diskon belanja melalui Kementerian Perdagangan.

Seperti Program Friday Muba­rak yang berlangsung pada 28 Februari–28 Maret 2025 di berbagai ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Program tersebut mencakup bazar Usaha Mikro Kecil dan Me­nengah (UMKM) untuk komoditas minyak goreng, gula pasir dan sem­bako lainnya. Serta berbagai promo harian dan spesial setiap Jumat, dengan target transaksi mencapai Rp 75 trilun–Rp 77 triliun.

Ada juga program BINA Lebaran yang dijadwalkan pada 14–30 Maret 2025 dan akan digelar serentak di pusat perbe­lanjaan, mall, serta gerai anggota Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan In­donesia (APPBI).

Baca juga : PSV Eindhoven Vs Arsenal, Duel Pelampiasan Kekecewaan

Program tersebut menargetkan transaksi hingga Rp 30 triliun. Selain itu, terdapat program lain­nya seperti Bazaar Ramadan dan Pasar Malam, Belanja Online Produk Lokal.

“Semua program tersebut diharapkan bisa mendorong konsumsi masyarakat dan meningkatkan penjualan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara signifikan,” harap Airlangga.

Selain itu, ada juga program pariwisata mudik Lebaran. Pro­mosi destinasi wisata lokal, penyediaan paket wisata terjang­kau, serta peningkatan fasilitas di jalur mudik utama.

Pakar kebijakan publik Uni­versitas Trisakti Trubus Ra­hardiansyah menilai, kebijakan ekonomi yang berhasil di tri­wulan I-2025 harus dilanjutkan hingga akhir tahun.

“Pemerintah juga harus me­mastikan anggarannya tersedia,” ujar Trubus kepada Rakyat Merdeka, Senin (3/3/2025).

Berbagai langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat konsumsi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan menca­pai target pertumbuhan ekonomi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.