RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Muhammad Husein Fadlulloh menyampaikan Pemerintah telah meletakkan fondasi yang cukup kuat untuk mengantisipasi perang tarif impor.
Hal itu Husein sampaikan menyusul perang tarif impor yang Presiden Amerika Serikat Donald Trump terapkan.
"Kita harus memperkuat regulasi yang pro dengan kepentingan para pengusaha dan juga masyarakat Indonesia," kata Husein saat dihubungi, Sabtu (5/3/2025).
Baca juga : Di Tengah Amukan Tarif Trump, BI Komit Jaga Kestabilan Nilai Tukar Rupiah
Menurut Husein, keputusan Indonesia bergabung sebagai anggota Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) dan BRICS merupakan pondasi untuk menekan gejolak ekonomi global.
"Seperti yang sudah direncanakan oleh Presiden Prabowo Subianto di awal bergabungnya Indonesia dengan OECD dan juga BRICS bahwa kekuatan ekonomi di dalam negeri sendiri yang pertama harus dijadikan fondasi," ungkap Husein.
Diakui Husein, berbagai kebijakan yang menunjukan kepedulian Pemerintah untuk rakyat setidaknya dapat meminimalisir dampak negatif perang tarif impor.
Baca juga : Tarif Impor Trump Mengganas, Indonesia Harus Bergegas
"Insentif pajak, kepastian dan stabilitas regulasi dalam investasi contohnya yang selama ini masih menjadi kendala walaupun formulanya sudah mulai tertata sejak awal pemerintahan yang baru ini," ucap Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR itu.
Selain itu, Husein juga mendukung langkah Pemerintah yang bergerak cepat bertolak ke Amerika untuk menegosiasikan tarif impor Indonesia yang berlaku 32 persen.
"Tentunya ini langkah yang perlu kita dukung dengan rencana mengirimkan tim lobi," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.