Sebelumnya
Sebelumnya, BPK mempersoalkan belanja pengadaan Marching Band Pada PPIU Sulsel sebesar Rp 389 juta dan renovasi ruangan pada NPMU di Gedung D Kemetan sebesar Rp 205 juta yang tidak sesuai ketentuan pembiayaan dan tujuan Program YESS yang diatur dalam Financial Agreement.
Terpisah, Sekretaris BPPSDMP Kementan Munifah menegaskan, temuan BPK dalam program YESS tahun 2023 seluruhnya telah ditindaklanjuti. Dia memastikan tidak ada pemborosan atas honor dan realiasi biaya transpor dan taksi perjalanan dinas seperti diungkap BPK.
Baca juga : Erick Yakin Kopdes Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah
“Kalau untuk honor tim seleksi itu kan melibatkan Perguruan Tinggi, bukan internal kami saja itu yang mendapatkan honor-honor. Hanya saja teman-teman saat memberikan form honor itu biodata narasumber kadang-kadang tidak dilampirkan. Setelah dilampirkan selesai,” ujarnya.
Sementara terkait indikasi 282 penerima manfaat dengan nilai Rp 4,2 miliar tidak tepat sasaran, dia menampiknya. Dia menegaskan, seluruh penerima manfaat menjalani proses seleksi dari tim seleksi untuk hibah kompetitif. Adapun besaran bantuan bervariasi, sebab penerima bisa saja memperoleh Rp 20 juta, atau bahkan Rp 100 juta, tergantung komponen usulan proposal atas pembiayaan model usahanya. KAL
Baca juga : Ekonomi RI Diprediksi Melebihi AS Dan China
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Rabu, 21 Mei 2025 dengan judul "Bicara Asas Manfaat Firman Soebagyo Kritisi Program Pengembangan Wirausaha Tani"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.