Sebelumnya
Menurut Erna, Pulau Enggano sebagai pulau terluar yang strategis secara geopolitik, berada di jalur perlintasan Samudra Hindia, seharusnya mendapatkan perhatian khusus dalam konteks pertahanan dan kedaulatan nasional.
“Negara tidak boleh hadir hanya ketika ada nilai komersial. Masyarakat Enggano adalah warga negara, bukan angka statistik. Mereka berhak atas pelayanan dasar yang adil dan merata,” ucapnya.
Baca juga : Kredit Diramal Tetap Tumbuh Double Digit
Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan moda transportasi laut akan kembali aktif di Pelabuhan Pulau Baai pada akhir Juni 2025. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud menerangkan, saat ini proses normalisasi Alur Pelabuhan Pulau Baai terus dilakukan oleh PT Pelindo Regional 2, Bengkulu.
“Mengacu timeline dan progres sampai saat ini, insya Allah akhir bulan kedalaman akan sudah cukup memadai untuk keluar-masuk kapal, khususnya kapal pengangkut BBM Pertamina. Pekerjaan pengerukan terus dilakukan oleh PT Pelindo dengan menggunakan alat dan metode yang sesuai kondisi, dipantau oleh Sekretariat Wapres,” terangnya.
Baca juga : Penyaluran Beras Murah Mandek Nih
Pulau Enggano merupakan pulau terluar yang letaknya berada di tengah-tengah Samudera Hindia, sekitar 156 kilometer atau 90 mil laut dari Kota Bengkulu. Untuk mencapai pulau itu, dibutuhkan waktu tempuh kurang lebih 12 jam perjalanan kapal laut. OSP
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Selasa, 24 Juni 2025 dengan judul "Masyarakat Terluar 4 Bulan Terisolasi Rieke: Cepat Atasi Krisis Transportasi Pulau Enggano!"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.