Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Terlibatnya Amerika Serikat (AS) dalam perang Iran-Israel, membuat dunia di ambang Perang Dunia III. PBB sebagai organisasi dunia, harusnya bisa mencegah Perang Dunia III tidak terjadi. Namun, belajar dari pengalaman, sepertinya percuma kalau cuma ngandelin PBB.
Sebenarnya, sejak perang Iran-Israel meletus Jumat (12/6/2025), PBB telah berulang kali menyampaikan seruan. Organisasi dunia itu meminta Iran-Israel menahan diri dan melanjutkan dialog. Bukan hanya ke Iran-Israel, PBB juga meminta negara lain tidak ikut campur urusan di Timur Tengah.
Namun, kenyataannya perang justru makin besar. AS yang sejak awal berniat ikut campur, akhirnya terang-terangan ikut bergabung dengan Israel. AS ikut menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, pada Sabtu (21/6/2025) waktu setempat.
Baca juga : Kini, Iran Dikeroyok Israel Dan Amerika
Merespons situasi ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Dia menilai tindakan militer Washington dapat memicu konsekuensi bencana. Bukan hanya bagi warga sipil di Timur Tengah, tetapi juga bagi stabilitas global secara keseluruhan.
“Ini adalah eskalasi berbahaya di wilayah yang sudah di ambang batas, dan merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” kata Guterres dilansir Anadolu, Minggu (22/6/2025).
Guterres juga menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB untuk menunjukkan tanggung jawab kolektif dengan menahan diri dan menjunjung tinggi hukum internasional.
Baca juga : Firman Soebagyo: Jangan Sampai Semua Dibebankan Ke Presiden
Lagi-lagi dia menegaskan bahwa tindakan militer bukanlah solusi atas ketegangan yang terjadi. Menurutnya, semua pihak bertikai harus duduk satu meja demi terciptanya perdamaian dunia.
“Pada jam yang berbahaya ini, sangat penting untuk menghindari spiral kekacauan. Tidak ada solusi militer. Satu-satunya jalan ke depan adalah diplomasi. Satu-satunya harapan adalah perdamaian,” tandasnya.
Apakah seruan PBB ini bakal ampuh? Selama ini, berbagai seruan yang disampaikan PBB sama sekali tidak bertaji. Misalnya, soal agresif militer Israel di jalur Gaza. Berkali-kali, resolusi Dewan Keamanan PBB untuk Gaza gagal karena di-veto AS. Meski resolusi itu sudah didukung oleh 14 dari 15 anggota DK PBB, AS menggunakan hak veto dan mementahkannya.
Baca juga : Djohermansyah Djohan: Penyelesaian Jangan Lewat Hukum Dulu
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Prof. Hikmahanto Juwana menilai saat ini sudah tidak bisa lagi mengandalkan PBB. Sebab, dunia hanya bisa menunggu sikap Iran atas serangan Amerika.
“Apakah Iran mau menyerah sebagaimana diharapkan oleh Pemerintah Amerika demi terjadinya perdamaian, atau melakukan serangan balasan ke kapal-kapal AS atau ke Israel,” ujarnya dalam pesan suara yang diterima Rakyat Merdeka, Minggu (22/6/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya