Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Rusia Dan China Belum Bersikap
Kini, Iran Dikeroyok Israel Dan Amerika
Senin, 23 Juni 2025 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perang Israel vs Iran memasuki babak baru dan lebih menegangkan. Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu Israel ikut menyerang Iran. Kini, Dunia menanti sikap Rusia dan China, apakah dua raksasa ini, akan ikut membantu Iran atau tetap netral sambil mengupayakan perdamaian? Kita lihat saja...
Sabtu (21/6/2025), militer AS mengebom tiga fasilitas nuklir Iran, yaitu Fordow, Natanz dan Isfahan. Presiden AS Donald Trump ikut memantaunya dari ruang komando.
Dikutip dari CNN, AS menggunakan enam pesawat pengebom B-2 untuk menjatuhkan bom GBU-57A/B ke situs nuklir Fordow. Selain itu, kapal selam Angkatan Laut AS menembakkan 30 rudal jelajah TLAM ke Natanz dan Isfahan. Tidak puas, AS juga mengerahkan pesawat B-2 untuk menjatuhkan dua penghancur ke bunker di Natanz.
Serangan AS ke Iran ini pertama kali diungkapkan oleh Presiden AS Donald Trump melalui akun X pribadinya, Sabtu (21/6/2025). Kata dia, militer AS telah berhasil melakukan serangan terhadap tiga lokasi nuklir Iran. “Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat sukses terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, Fordow, Natanz, dan Esfahan,” cuit Trump.
Baca juga : Firman Soebagyo: Jangan Sampai Semua Dibebankan Ke Presiden
Trump mengatakan, pesawat militer AS dengan selamat keluar dari wilayah udara Iran. Dia juga memberi selamat kepada militer AS. “Sekarang waktunya untuk perdamaian!” imbuhnya.
Tidak sampai di situ, Trump juga langsung menggelar pidatonya di Gedung Putih. Kata dia, operasi ini bertujuan menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran yang akan dijadikan senjata pemusnah massal.
Trump juga mengatakan, Iran hanya punya dua pilihan saat ini. Yaitu, menghentikan permusuhan dan memilih jalur damai, atau menghadapi konsekuensi militer yang lebih besar.
Dia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran militer AS atas keberhasilan operasi ini. Operasi ini disebutnya sebagai salah satu aksi militer paling canggih dalam beberapa dekade terakhir.
Baca juga : Djohermansyah Djohan: Penyelesaian Jangan Lewat Hukum Dulu
Trump juga berterima kasih kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan militer Israel atas kerja sama yang luar biasa.
PM Israel Benjamin Netanyahu memuji keputusan Trump menyerang fasilitas nuklir Iran sebagai langkah tegas yang akan dicatat dalam sejarah. Menurut dia, serangan AS merupakan titik balik yang dapat mencegah Iran mengembangkan senjata paling berbahaya di dunia.
“Apa yang dilakukan Amerika benar-benar tak tertandingi. Amerika telah melakukan apa yang tidak bisa dilakukan negara lain di dunia,” kata Netanyahu dikutip Reuters, Minggu (22/6/2025).
Netanyahu menyebut kepemimpinan Trump dapat membawa Timur Tengah menuju masa depan yang makmur dan damai. Sebab, perdamaian bisa datang melalui kekuatan.
Baca juga : Kapolri Sarapan Bareng Warga
Iran mengutuk keras serangan AS ke tiga fasilitas nuklirnya. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyebut, serangan tersebut sebagai agresi brutal dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
“Ini adalah pelanggaran yang keterlaluan, serius, dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional,” kata Araghchi dalam pidatonya pada KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, seperti dilansir Al Jazeera, Minggu (22/ 6/2025).
Araghchi menegaskan, AS harus bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi dari tindakannya. Dia pun mengingatkan, serangan ini telah menunjukkan sejauh mana kebencian AS terhadap Iran yang cintai damai.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya