RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VIII DPR Achmad menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan dan konsep pendidikan Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial.
Dia juga menyoroti kualitas sarana dan prasarana yang dinilai telah memenuhi standar pendidikan modern. Meskipun gedung yang digunakan sebelumnya adalah bekas fasilitas lain, namun kini telah direnovasi secara optimal menjadi ruang belajar yang representatif.
“Dari ruang kelas yang sudah berbasis komputerisasi dan teknologi informasi, laboratorium IPA dan komputer, hingga ruang makan, kamar asrama, serta masjid dan ruang guru semua lengkap dan layak,” ujarnya dalam keterangan persnya, Senin (14/7/2025).
Achmad berharap, Sekolah Rakyat bisa menjadi model percontohan nasional untuk pendidikan masa depan. Terutama dalam konteks boarding school yang fokus pada pendidikan karakter dan pembinaan intensif. Pihaknya mendukung pendekatan inklusif dalam seleksi peserta didik. Sekolah Rakyat tidak menolak anak-anak hanya karena faktor kesehatan.
Baca juga : Asta Cita Jadi Suka Cita
“Anak-anak tidak boleh ditolak hanya karena sakit atau kurang gizi. Justru mereka akan disembuhkan dulu, diberi terapi, makanan bergizi, dan pendampingan kesehatan,” katanya.
Menurut politisi Partai Demokrat itu, kebijakan ini membuktikan bahwa Sekolah Rakyat memang ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan secara menyeluruh, termasuk dari aspek kesehatan generasi.
Selain memberi akses pendidikan gratis hingga 12 tahun, Sekolah Rakyat juga menanamkan pendidikan karakter dan akhlak melalui sistem berasrama.
“Anak-anak ini 24 jam dibina, diawasi, dan didampingi secara intensif. Ini bukan sekadar mendidik secara akademik, tapi membentuk jati diri dan karakter sebagai warga negara Indonesia yang Pancasilais dan berintegritas,” sebutnya.
Baca juga : Bapanas Jadikan Pangan Lokal Pilar Masa Depan Kemandirian Pangan Nasional
Dia optimistis program Sekolah Rakyat benar-benar dapat menjadi alat transformasi sosial, dari generasi orang tua yang hidup dalam kemiskinan menuju generasi anak yang cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi.
“Inilah wujud nyata dari visi besar Presiden kita dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Dengan dukungan SDM yang kuat dan fasilitas yang lengkap, saya optimistis Sekolah Rakyat akan jadi game-changer di dunia pendidikan kita,” pungkas Achmad.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina meminta pemerintah untuk menjadikan wilayah-wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan rata-rata lama sekolah rendah di Jawa Barat sebagai lokasi prioritas pembangunan Sekolah Rakyat.
“Dari 27 kabupaten/kota seperti Indramayu, Sukabumi, Cianjur, Subang, Majalengka, Cirebon, Garut, Kuningan, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis, ini harus menjadi prioritas utama. Karena rata-rata lama sekolah mereka termasuk yang paling rendah,” ungkapnya.
Baca juga : Bulan Ini, Rakyat Diguyur Bansos
Selly secara khusus menyoroti Kabupaten Indramayu, yang menurutnya termasuk wilayah dengan angka kemiskinan tertinggi dan capaian pendidikan terendah di Jawa Barat.
“Indramayu ini muncul dua kali, sebagai kabupaten dengan kemiskinan paling tinggi dan juga lama sekolah paling rendah. Artinya, ini darurat pendidikan dan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar,” terangnya.
Politisi PDI Perjuangan meminta agar program Sekolah Rakyat, yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto dan dikelola oleh Kementerian Sosial, tidak berjalan sendiri, melainkan harus disinergikan dengan data dan program dari Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota.
“Kita ingin generasi di daerah-daerah tertinggal ini juga bisa merasakan pendidikan berkualitas, lengkap dengan asrama, gizi, kesehatan, dan pendidikan karakter. Jangan biarkan mereka terus tertinggal karena tidak mendapatkan akses yang setara,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.