BREAKING NEWS
 

Ketahanan Pangan dan Energi Kunci Masa Depan Bangsa

Gde Sumarjaya Linggih: Program Presiden Prabowo Realistis

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 21 Agustus 2025 21:01 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR RI Komisi VI Gde Sumarjaya Linggih menegaskan, program-program Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pidato kenegaraan sangat realistis dan relevan dengan tantangan besar yang dihadapi Indonesia ke depan.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra kerja Bank HIMBARA di Komisi VI Jakarta, Kamis (21/8/2025).

“Banyak pihak menilai program Presiden tidak realistis. Namun menurut saya, justru sangat realistis. Kondisi dunia saat ini tidak baik-baik saja kita lihat di Eropa Timur masih terjadi gejolak, Timur Tengah belum stabil, bahkan di kawasan Asia Tenggara kita melihat potensi konflik. Kalau kita tidak lebih cerdas menjaga kepentingan nasional, tentu ini akan menjadi masalah serius bagi Indonesia,” ujar politisi Golkar asal Bali ini.

Ia menekankan, Presiden Prabowo sudah cukup jelas dalam memitigasi tantangan global, terutama melalui fokus pada ketahanan pangan dan energi.

Baca juga : Paskibraka 2025 Bangga Kibarkan Merah Putih di Hadapan Presiden Prabowo

“Dua hal ini adalah fondasi utama bagi bangsa. Jika salah kelola, dampaknya sangat berbahaya. Sebaliknya, jika dikelola dengan benar, bisa menjadi pendorong utama kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Demer Sapaan akrabnya juga menilai program hilirisasi dan hybridisasi yang ditekankan Presiden akan semakin menggeliatkan perekonomian nasional. Salah satunya, pembentukan Danantara.

Adsense

“Dengan adanya Danantara, khususnya Himbara diharapkan bisa lebih gesit, atraktif, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi. Kecepatan pengambilan keputusan sangat penting dalam dunia usaha,” jelasnya.

Dalam pidatonya, Presiden juga menyinggung potensi aset Danantara yang mencapai 1.000 miliar dolar AS. Dengan estimasi ROI 5 persen, nilai tambah yang bisa dihasilkan mencapai sekitar Rp 800 triliun.

Baca juga : Idrus: Golkar Di Bawah Bahlil Lahadalia Dukung Penuh Program Presiden Prabowo

Menurut Gde, angka ini sangat signifikan dan harus benar-benar dipersiapkan oleh Himbara agar mampu menindaklanjuti arahan Presiden.

“Apalagi dalam RAPBN sudah disiapkan stimulus untuk menjaga momentum ekonomi nasional,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menekankan tujuan utama dari kebijakan Presiden adalah untuk menurunkan ketimpangan (gini ratio) dan menghadirkan pemerataan ekonomi.

“Selama ini, keuntungan ekonomi cenderung terkonsentrasi di Jakarta. Dengan adanya kebijakan ini, saya berharap muncul pelaku-pelaku ekonomi baru dari daerah, sehingga ekonomi kita bisa tumbuh lebih merata dan berkeadilan,” ujar Demer.

Baca juga : Anak Bangsa Harus Kelola Sumur Minyak, Bukan Asing

Menutup pandangannya, Demer mendorong Himbara agar bersama Komisi VI lebih intensif melakukan rapat dan konsolidasi guna memastikan kebijakan Presiden benar-benar terimplementasi.

“Program Presiden ini sangat bagus secara konsep. Tantangannya sekarang: apakah mampu diimplementasikan dengan baik di lapangan. DPR akan terus mengawal agar tujuan besar ini bisa tercapai,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense