Dark/Light Mode

Jaga Ketahanan Energi Nasional

PGN Pertahankan Kinerja Kuat di Tengah Tekanan Global

Rabu, 30 April 2025 07:49 WIB
Ilustrasi. (Foto: PGN)
Ilustrasi. (Foto: PGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina membukukan kinerja operasional yang solid pada kuartal I-2025.

Prestasi ini diraih di tengah tantangan geopolitik dan fluktuasi harga energi global yang signifikan.

PGN berhasil mempertahankan peran vitalnya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi infrastruktur dan pengelolaan pasokan gas bumi.

Selama tiga bulan pertama tahun ini, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 861 BBTUD (Billion British Thermal Units per Day) dengan transmisi mencapai 1.602 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day).

Keandalan infrastruktur tetap terjaga tinggi pada level 99,9 persen, melayani lebih dari 820.000 pelanggan di seluruh Indonesia.

Baca juga : Hima Persis: Perkuat Persatuan dan Gotong Royong di Tengah Perang Dagang Global

Rincian pelanggan meliputi 817.420 rumah tangga, 2.587 pelanggan kecil, dan 3.291 pelanggan industri dan komersial.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan, kuartal I-2025 menjadi periode konsolidasi strategi perusahaan dalam menghadapi transisi energi domestik.

"Fokus kami tetap pada efisiensi, kontinuitas pasokan gas, dan percepatan proyek strategis seperti pengembangan jaringan gas rumah tangga serta infrastruktur LNG (Liquefied Natural Gas)," ujar Fajriyah dalam keterangan pers, Rabu (30/4/2025).

Sesuai kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), PGN memprioritaskan pasokan gas pipa untuk industri penerima HGBT guna mendukung daya saing industri strategis nasional.

Namun, penurunan produksi gas dari beberapa lapangan hulu di Jawa dan Sumatera memaksa PGN mengoptimalkan pemanfaatan jasa regasifikasi LNG di Lampung (109 BBTUD), Arun (128 BBTUD), dan Jawa Barat (294 BBTUD) untuk menjaga kelancaran pasokan.

Baca juga : Alumni Universitas Janabadra Teguhkan Semangat Kampus Kebangsaan

Terutama bagi sektor kelistrikan dan industri komersial lainnya, termasuk pelanggan non-HGBT.

Kontribusi PGN juga terlihat pada segmen transportasi minyak 171.943 BOEPD (Barrels of Oil Equivalent per Day), lifting migas (16.461 BOEPD), dan perdagangan LNG internasional (68 BBTUD).

Dari sisi keuangan, PGN mencatatkan pendapatan USD 967 juta (pertumbuhan 2 persen year-on-year), EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) 205 juta dolar AS, dan laba bersih 62 juta dolar AS.

Meskipun tekanan geopolitik dan fluktuasi kurs mempengaruhi profit margin, PGN berhasil mengatasinya melalui penguatan operasional dan efisiensi.

"Kami merespon volatilitas pasar dengan mempercepat proyek strategis. Dan memastikan kelancaran operasional, agar manfaat gas bumi tetap dirasakan luas oleh ekonomi nasional," tambah Fajriyah.

Baca juga : Prabowo dan Relasinya dengan Umat Islam

Langkah strategis PGN diperkuat dengan penetapan sebagai pemegang Hak Khusus pada Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gas Bumi di Kota Batam oleh BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi).

Hal ini membuka peluang pengembangan sekitar 16.000 sambungan baru hingga 2027.

"Investasi strategis berkelanjutan kami bertujuan meningkatkan utilisasi gas domestik dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," tutur Fajriyah. 

PGN berkomitmen untuk memperkuat ketahanan energi nasional, terus mencari potensi sumber pasokan gas baru, dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah, regulator.

Dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan keandalan pasokan gas bumi bagi sektor komersial dan industri domestik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.