BREAKING NEWS
 

Kunker Ke Gunungkidul, Komisi X DPR Dorong Penguatan Literasi Daerah

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 27 September 2025 11:24 WIB
Foto: DPR

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik Bidang Riset dan Literasi ke Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (24/9/2025).

Kunjungan ini dilatarbelakangi oleh hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-71 dari 81 negara dalam capaian literasi.

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyebut rendahnya skor literasi nasional dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya keterbatasan akses pendidikan berkualitas, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), kurikulum yang belum optimal, serta minimnya fasilitas pendukung seperti perpustakaan.

Baca juga : Kementerian Imipas Borong 6 Penghargaan Di AHI 2025

“Kurangnya pelatihan bagi pendidik juga menjadi kendala. Selain itu, ada pergeseran ke budaya ‘scroll’ di gawai, di mana masyarakat lebih sering hanya membaca judul tanpa memahami isi secara mendalam,” kata Fikri.

Adsense

Secara regional, Kabupaten Gunungkidul menjadi sorotan karena data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat tingkat melek aksara di daerah ini adalah yang terendah di DIY, yakni 90,32 persen.

Meski demikian, legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) daerah pemilihan IX Jawa Tengah itu mengapresiasi perkembangan literasi di Gunungkidul. “Sekarang perkembangannya luar biasa. Bahkan ada event baca nyaring terpanjang sehari sebelum kunjungan, dan kenaikan literasinya dari tahun 2023 ke 2024 ini lumayan,” ujarnya.

Baca juga : Genjot Produksi Pangan, Kemenkop Dorong Penguatan Jaringan Usaha Antar Kopdes

Kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk menghimpun masukan daerah guna mendukung kebijakan literasi yang responsif sekaligus mengawasi program transformasi digital perpustakaan.

Menurut Fikri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut berperan dalam pengembangan Pojok Baca Digital (Pocadi) serta riset kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan literasi digital.

Ia juga mengapresiasi dukungan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang telah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik tahun 2025 senilai Rp1,1 miliar untuk mendukung literasi di daerah, termasuk penyediaan 27 ribu eksemplar buku dan 27 rak buku yang diserahkan secara simbolis kepada Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih.

Baca juga : DNIKS Dorong Teknologi Digital Tingkatkan Kesejahteraan Sosial

“Perpusnas RI sudah memberikan dukungan besar. Ini bagian penting untuk memperkuat gerakan literasi di daerah,” pungkas penulis buku Darurat Literasi tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense