Dark/Light Mode

Genjot Produksi Pangan, Kemenkop Dorong Penguatan Jaringan Usaha Antar Kopdes

Kamis, 25 September 2025 20:26 WIB
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Kementrian Koperasi (Kemenkop) menggelar lokakarya permagangan selama 23 hingga 25 September 2025 untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di ekosistem bisnis Koperasi Al Ittifaq di Ciwidey Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Kemenkop
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Kementrian Koperasi (Kemenkop) menggelar lokakarya permagangan selama 23 hingga 25 September 2025 untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di ekosistem bisnis Koperasi Al Ittifaq di Ciwidey Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Kemenkop

RM.id  Rakyat Merdeka - Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Kementrian Koperasi (Kemenkop) menggelar lokakarya permagangan selama 23 hingga 25 September 2025 untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Lokakarya ini bertujuan memperkuat jaringan usaha dalam ekosistem bisnis yang terintegrasi.

Sebanyak 50 orang perwakilan dari 23 Koperasi Desa Merah Putih yang berasal dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Garut mengikuti rangkaian kegiatan yang sangat produktif.

Kegiatan berlokasi di ekosistem bisnis Koperasi Al Ittifaq di Ciwidey Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang dipilih sebagai wahana praktik terpadu agar penguatan manajerial dan jaringan usaha koperasi langsung terhubung dengan realitas operasional di lapangan.

Baca juga : Wagub Rano Buka JEFF 2025, Dorong Inovasi Pengendalian Lingkungan Di Jakarta

Program ini menggabungkan penguatan kapasitas manajerial dan kelembagaan koperasi dengan perluasan jejaring lintas daerah, sekaligus mendorong adopsi model pengelolaan berbasis rantai pasok agar koperasi mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.

Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang menautkan teori ke praktik nyata: penguatan tata kelola dan strategi pengembangan usaha, pendalaman model bisnis serta rantai pasok, simulasi transaksi dan pencatatan keuangan koperasi, hingga kunjungan lapangan ke unit pertanian, distribusi, dan ritel.

Seluruh proses dirangkai dalam lokakarya penyusunan konsep bisnis yang berujung pada business matching dan finalisasi rencana aksi setiap koperasi.

Baca juga : Pertagas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Berkelanjutan

Hasil pembelajaran langsung diterjemahkan menjadi keluaran konkret berupa Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama strategis, jejaring usaha antar-koperasi yang lebih solid, serta peta jalan pengembangan usaha yang siap dieksekusi di daerah asal peserta.

Di akhir kegiatan dilakukan penandatangana MoU antara Koperasi Al Ittifaq dengan 23 KDKMP yang menghasilkan kerja sama/transaksi senilai Rp 7,577 miliar.

"Penguatan jaringan usaha koperasi adalah kunci memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi, sekaligus mengangkat daya saing produk anggota. Melalui kolaborasi yang konkret, kita dorong koperasi naik kelas dan kian menyejahterakan," tegas Cecep Setiawan, Asdep Akselerasi Jaringan Usaha dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025).

Baca juga : Kemenkop Resmikan KSP Balo’ta Dorong Peningkatan Kesejahteraan Anggota

Dikatakan, lokakarya ini bukan hanya sebatas pelatihan, tetapi merupakan langkah strategis untuk membangun koperasi KDKMP yang mandiri, berjejaring, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan teknis kegiatan difasilitasi di ekosistem bisnis Al Ittifaq, dengan dukungan Al Ittifaq Learning Center (ALEC) sebagai lokasi praktik dan rujukan inkubasi.

"Porsi utama program tetap pada agenda penguatan jaringan usaha koperasi yang digagas Kementrian Koperasi RI agar dapat direplikasi lintas daerah sesuai kebutuhan sektor dan potensi lokal," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.