BREAKING NEWS
 

Wakil Ketua DPR Ajak Jaga Ruang Publik dari Narasi yang Lukai Simbol Keagamaan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 15 Oktober 2025 16:41 WIB
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal (Foto: Instagram Cucun)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengajak semua pihak menjaga ruang publik dari narasi-narasi yang melukai perasaan masyarakat. Ajakan ini disampaikan Cucun terkait pemberitaan di salah satu televisi nasional yang dinilai memberikan stigma negatif bagi para kiai dan lembaga pesantren. 

“Kita harus jaga ruang publik dari narasi-narasi yang bisa melukai perasaan masyarakat. Apalagi yang berkaitan dengan simbol keagamaan," kata Cucun, di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Wakil Ketua Umum DPP PKB tersebut menilai, tayangan yang ditampilkan televisi tersebut melanggar etika dan norma sosial, juga berpotensi mengganggu persatuan bangsa.

"Media seharusnya menjadi perekat bangsa, bukan malah penggiring opini yang bisa memecah belah atau menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” sesalnya. 

Baca juga : Wakil Ketua DPD Puji Langkah Cepat BGN Atasi Keracunan MBG

Politisi asal Bandung ini berharap, media tersebut bertanggung jawab atas tayangan tersebut dengan mengambil langkah konkret. “Media harus selalu menjaga etika dan peka terhadap nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat," imbuhnya.

Pimpinan DPR Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) ini, yang salah satu urusan kerjanya terkait isu agama, menegaskan Indonesia menghormati kebebasan berekspresi sebagai bagian dari hak asasi yang dijamin konstitusi. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Adsense

“Kita tentu menghargai kebebasan berekspresi, tapi kebebasan itu ada batasnya. Jangan sampai konten hiburan jadi pintu masuk bagi upaya penggiringan opini publik yang merendahkan pesantren, apalagi dengan muatan yang bisa memicu konflik horizontal,” tegasnya.

Sebagai bentuk pengawasan, kata Cucun, DPR akan memanggil pihak-pihak terkait dalam persoalan ini. Mulai dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), hingga perwakilan televisi terkait.

Baca juga : Mendagri Minta Satpol PP Utamakan Sikap Humanis

“Ini juga sekaligus wujud kami menampung aspirasi, karena banyak sekali yang protes atas konten tayangan program tersebut. Kami akan beraudiensi terkait persoalan ini, karena isunya menjadi cukup besar dan berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak,” sambungnya. 

Cucun berharap, semua pihak mengambil pelajaran dari kejadian ini. Menurutnya, harus ada tindak lanjut yang konstruktif agar peristiwa itu tidak menjadi preseden buruk bagi ekosistem penyiaran di Indonesia.

“Tentunya menjadi harapan kita bersama agar media massa dapat melakukan fungsi pendidikan bagi masyarakat. Apalagi di hari-hari yang penuh dinamika seperti sekarang, media harus bisa menjadi penjaga perdamaian,” ucapnya.

“Jangan karena mau mengejar rating, lalu dibuatlah konten yang memecah belah. Ini yang tidak boleh. Kita akan bicarakan nanti dalam pertemuan,” tutupnya.

Baca juga : Jaga Ruang Digital Dari Hoaks Dan Konten Negatif

Pernyataan Cucun ini disampaikan sebagai respons atas tayangan salah satu program stasiun televisi nasional yang dinilai menyinggung kehidupan santri. Tayangan itu memuat narasi satir, yang antara lain menyebut “santri minum susu saja harus jongkok”. Potongan tayangan tersebut menuai kritik luas karena dianggap melecehkan tradisi kesantunan pesantren, dan merendahkan penghormatan santri kepada kiai.

Gelombang protes datang dari masyarakat dan komunitas pesantren, termasuk Pondok Pesantren Lirboyo yang mendesak pihak stasiun televisi tersebut menarik tayangan, menyampaikan permintaan maaf terbuka, serta melakukan klarifikasi langsung kepada para pengasuh pesantren. Pihak stasiun televisi itu telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan kepada para Kiai Pesantren Lirboyo. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense