Sebelumnya
“Semoga Bapak/Ibu sekalian yang tertimpa musibah diberikan kesabaran. Kami terus terang merasa prihatin,” tutur legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Sementara, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti terus berupaya melakukan mitigasi dan pemetaan untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar bagi para murid di daerah yang terdampak banjir dapat tetap berjalan.
“Kami sudah melakukan mitigasi dan pemetaan, tidak hanya Aceh dan Sumut, tetapi juga di beberapa tempat di Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng),” ujar Mu’ti dalam keterangannya, Senin (1/12/2025).
Baca juga : BUMN Gercep Bantu Korban Bencana Alam
Sebagai respons cepat, kata Mu’ti, Kemendikdasmen telah mendirikan tenda kelas darurat di beberapa tempat yang terdampak. Serta mengalokasikan dana untuk tanggap darurat tahap pertama lebih dari Rp 4 miliar.
“Pendanaan ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan aktivitas pendidikan di daerah yang paling parah terdampak banjir,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti menambahkan, pendataan kebutuhan lapangan terus dilakukan agar bantuan dapat dikirim tepat sasaran.
Baca juga : Dagang Apa Aja Laku, Pengangguran Tinggi
“Jika sudah masuk datanya, akan segera kami proses distribusinya. Kami juga terus berkoordinasi dengan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB),” kata Suharti dalam keterangannya, Senin (1/12/2025).
Kemendikdasmen, lanjutnya, telah mendirikan tenda ruang kelas darurat di tiga wilayah terdampak banjir sebanyak 126 unit. Bantuan lainnya, menyalurkan perlengkapan belajar siswa atau school kit sebanyak 10.200 paket, bantuan peningkatan mutu pembelajaran senilai Rp 25 juta per voucher, dan dukungan psikososial yaitu dana Rp 50 juta per paket untuk warga sekolah di daerah terdampak.
“Juga menyalurkan buku teks dan nonteks dengan rincian 20 ribu eksemplar buku teks, 15 ribu eksemplar buku nonteks, dan 50 ribu eksemplar buku teks dan nonteks,” kata Suharti.
Baca juga : KPK: Ada Kongkalikong Di Pemberian Pembiayaan
Dia menambahkan, sekolah-sekolah yang terdampak bencana banjir bandang ini akan menjadi penerima bantuan prioritas dalam program revitalisasi sekolah pada 2026. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 2 Desember 2025 dengan judul "Ribuan Sekolah Terdampak Banjir Sumatera, Darurat Pendidikan, Utamakan Keselamatan Guru-Anak Didik"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.